Kasus Covid-19 di Semarang Melonjak, Tempat Tidur Isolasi Terisi 66%

    Mustholih - 07 Juni 2021 20:16 WIB
    Kasus Covid-19 di Semarang Melonjak, Tempat Tidur Isolasi Terisi 66%
    Hendrar Prihadi. Foto: Antara/Hafidz Mubarak



    Semarang: Kasus positif covid-19 di Kota Semarang, Jawa Tengah, mengalami kenaikan. Meski kenaikan covid-19 tersebut tidak sesignifikan di Kabupaten Kudus, warga Kota Semarang diminta untuk mengurangi aktivitas keluar daerah.

    "Saya rasa masyarakat Semarang harus mengurangi ke luar kota. Tidak hanya ke Kudus, tapi ke daerah-daerah lain," kata Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, Semarang, Jateng, Senin, 7 Juni 2021.

     



    Menurut Hendrar Prihadi, kasus covid-19 di Kota Semarang per hari ini mencapai 875 orang. "Semarang sendiri kalau diperhatikan juga ada kenaikan, meskipun tidak siginifikan. update kita hari ini ada 875 orang penderita. 55 persen masih warga Kota Semarang. 45 persen warga luar," ujar Hendrar Prihadi menegaskan.

    Hendrar Prihadi berujar sudah melakukan upaya penambahan tempat tidur isolasi di rumah sakit milik Pemerintah Kota Semarang. Hendrar Prihadi menegaskan kapasitas tempat tidur isolasi di Kota Semarang sudah mencapai 66 persen. 

    "Kita sudah koordinasi dengan Forkompinda, saya sudah sampaikan di rumah sakit milik kota ada dua bangsal yang sudah kita buka. ICU juga sudah kita persiapkan lebih banyak," jelas Hendrar Prihadi menegaskan.

    Baca: 10 Orang Terjaring di Suramadu Diduga Terpapar Covid-19 Varian Baru

    Hendrar Prihadi mengaku Kota Semarang sudah melakukan langkah guna mengantisipasi ledakan kasus covid-19. Seperti, menyiapkan kembali kantor Diklat Kota Semarang yang memiliki kapasitas 100 orang, Islamic Center yang mampu menampung 180 orang. 

    "Kalau angkanya melonjak kita akan buka beberapa tempat. jadi tingkat keterisian tempat tidur kita di angka 66 persen. masih dalam situasi terjangkau," tegas Hendrar Prihadi.

    Hendrar Prihadi berujar juga masih berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Menurut Hendar Prihadi, Pemprov Jateng sudah mengizinkan penggunaan Kantor Dilkat Jateng dan Gedung STIE Bank Jateng untuk dijadikan tempat karantina terpusat. 

    "Kalau penuh kita buka di Semarang. Antisipasi sudah dipikirkan dengan baik, yang penting warga kami imbau jaga protokol kesehatan," terang Hendrar Prihadi.

    (ALB)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id