comscore

7 Polisi di Sumba Barat Diperiksa, 4 di Antaranya Ngaku Menganiaya Tahanan

Antara - 13 Desember 2021 11:37 WIB
7 Polisi di Sumba Barat Diperiksa, 4 di Antaranya <i>Ngaku</i> Menganiaya Tahanan
Ilustrasi korban. Medcom.id
Kupang: Propam Polres Sumba Barat memeriksa tujuh anggota polisi yang diduga terlibat dan menjadi saksi dalam kasus meninggalnya seorang tahanan bernama Arkin di dalam sel Polsek Katikutana. Keluarga Arkin mendesak kepolisian untuk mengusut tuntas kematian Arkin.

"Kita sudah periksa tujuh anggota Polsek Katikutana yang berkaitan dengan meninggalnya korban di tahanan," kata Kapolres Sumba Barat AKBP FX Irwan Ariawan kepada ANTARA di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Senin, 13 Desember 2021.
Ia menyebutkan, tujuh anggota polisi itu tiga di antaranya adalah petugas piket yang bertugas di Polsek Katikutana. Sedangkan empat lainnya yang terlibat langsung dalam penangkapan Arkin pada Rabu, 8 Desember 2021. 

Pihaknya menduga, empat anggota Polsek itu diduga ikut melakukan penganiayaan terhadap korban. Namun hasil pengakuan mereka, hanya memukul di tangan dan di kaki.

Baca: Oknum Polisi di Sumba Barat Diduga Aniaya Pencuri di Dalam Penjara Hingga Tewas

"Jadi tidak ada penembakan sama sekali. Mereka mengaku hanya memukul di kaki dan tangan. Jadi tidak ada luka tembak sama sekali," tambah dia.

Irwan menegaskan, dirinya tidak main-main dengan anggota yang terlibat dan menjadi dalang meninggalnya tahanan di dalam sel  polsek itu. Saat ini, empat personel yang diduga melakukan penganiayaan sudah diamankan di tahanan Polres Sumba Barat.

"Siapa pun anggotanya yang terlibat dalam kasus tersebut akan ditindak tegas sesuai ketentuan hukum yang berlaku," tegas Irwan.

Sebelumnya, seorang tahanan Polsek Katikutana, yakni Arkin warga di Kecamatan Katikutana Selatan, Sumba Barat, NTT, meninggal di ruang tahanan Polsek Katikutana karena diduga dianaya oleh anggota polisi.

Arkin ditangkap di rumah pamannya bernama Andreas Maki Pawolung pada Rabu malam, 8 Desember 2021. Arkin diduga melakukan penganiayaan dan pencurian ternak.

(LDS)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id