comscore

2 Napi Penyelundup Sabu ke Lapas Cilegon Jadi Tersangka

Hendrik Simorangkir - 20 Mei 2022 14:45 WIB
2 Napi Penyelundup Sabu ke Lapas Cilegon Jadi Tersangka
Polda Banten gelar ungkap kasus penyelundupan narkoba ke Lapas Cilegon.
Tangerang: Upaya penyelundupan narkoba jenis sabu yang dilakukan DL, 39, dan KT, 39, ke dalam lembaga pemasyarakatan (Lapas) Cilegon digagalkan. Keduanya tersebut menyelundupkan dengan modus menyembunyikan sabu dalam kabel charger.

"DL dan KT merupakan warga binaan kasus narkoba pada Lapas Cilegon, menjadi tersangka penyelundupan narkoba jenis sabu itu," ujar Kabid Humas Polda Banten Kombes Shinto Silitonga, Jumat, 20 Mei 2022.
Shinto menuturkan, kronologi kejadian berawal pada Selasa, 17 Mei 2022 sekitar pukul 10.00 WIB, saat itu petugas Lapas Cilegon mengamankan IW, 35, honorer pada kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Cilegon, karena kedapatan membawa sabu yang dimasukkan ke dalam charger telepon selular berwarna putih.

"Saat diinterogasi, IW sebut charger tersebut titipan saksi berinisial SD, 50, pegawai negeri Kejari Cilegon. IW tidak mengetahui charger itu berisi sabu," katanya.

Shinto menjelaskan, pihak lapas pun memanggil SD untuk dimintai keterangan. SD membenarkan telah menitip charger telepon selular ke IW, karena diminta oleh DL, dari dalam lapas. 

Baca: Oknum Pegawai Kejari Cilegon Terciduk Selundupkan Sabu ke Lapas

"Pihak lapas menyerahkan SD, IW dan DL kepada penyidik Ditresnarkoba Polda Banten. Pasca pemeriksaan secara marathon, diketahui sabu dalam charger dipesan oleh DL kepada KT pada Minggu (15 Mei 2022), sebanyak 5 gram dengan harga Rp4,5 juta. KT pesan ke AP (DPO) dan DL minta bantuan SD untuk menerima barang, tidak hanya charger namun baju-baju milik DL," jelasnya.

Shinto menambahkan, SD sendiri menerima titipan itu setelah ditelepon oleh orang yang mengatasnamakan anonim untuk antar paket pada Senin, 16 Mei 2022. Lantaran saat itu hari libur, SD sampaikan agar barang dititip ke sekuriti di Kejari Cilegon. 

"SD terima paket dari sekuriti berupa charger telepon selular dan beberapa baju DL. SD kemudian meminta IW membawa charger untuk diberikan kepada DL, namun baru diketahui pasca geledah kalau isi charger itu adalah sabu," ucap dia.

Terhadap SD dan IW, penyidik telah melakukan tes urine dengan hasil negatif. Sementara tes yang sama pun dilakukan terhadap DL dan KT dengan hasil positif. 

Penyidik telah menyita satu unit charger telepon selular warna putih dan satu paket narkoba berisi sabu seberat 3,16 gram. 

Terhadap tersangka DL dan KT, penyidik menerapkan pasal 114 subsider Pasal 112 UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang memiliki, menyimpan, menjual, membeli dan menerima narkoba golongan 1 dengan ancaman pidana minimal 4 tahun dan maksimal 20 tahun penjara. 

"Dan tentu saja ada pemberatan hukuman, karena status DL dan KT adalah residivis pada perkara yang sama," kata Shinto.

(WHS)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id