comscore

Dianggap Makin Angker, Rumah Lokasi Syuting KKN di Desa Penari Dijual Rp60 Juta

Inibaru - 20 Mei 2022 10:54 WIB
Dianggap Makin Angker, Rumah Lokasi Syuting KKN di Desa Penari Dijual Rp60 Juta
Salah satu adegan dalam film KKN di Desa Penari (Twitter/ManojPunjabi.com)
Gunungkidul: Film KKN di Desa Penari sukses besar di pasaran setelah ditonton lebih dari 6 juta penonton sejak kali pertama tayang. Bahkan, film ini juga sukses bikin kehebohan yang sama di negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura.

Lantas, banyak orang yang bahkan sampai penasaran dengan bekas lokasi syuting dari film ini.
Meski kabarnya kejadian nyata dari KKN di Desa Penari ada di Jawa Timur, nyatanya pengambilan gambar film ini dilakukan di Daerah Istimewa Yogyakarta. 
Yang paling ikonis adalah Jembatan Plunyon Kali Kuning Sleman, Batu Kapal Bantul, hingga rumah yang dijadikan tempat tinggal para mahasiswa yang ada di perkebunan di Pedukuhan Ngluweng, Kelurahan Ngleri, Kapanewon Playen, Gunungkidul.

Cerita soal rumah di Ngluweng ini cukup menarik. Soalnya, ada kabar rumah dengan ukuran 8x12 meter ini menjadi makin menyeramkan. Rumah tersebut kini bakal dijual dengan harga yang cukup murah, yakni Rp60 juta.

“Sekitar dua tahun lalu syutingnya, sebelum covid-19, November 2019. Syuting di sini sekitar sebulan,” jelas warga Ngluweng, Danuri.

Baca: Sejarah Kelam Lokasi KKN Desa Penari, Tragedi Pemenggalan Ratusan Kepala Manusia oleh VOC

Saat itu, Mbah Ngadiyo dan istrinya masih tinggal di rumah berdinding kayu dan bambu tersebut. Tapi, beberapa bulan setelahnya, keduanya pindah ke Kelurahan Banaran, Playen.

“(Ngadiyo) pindah sekitar 1,5 tahun. Ya kemungkinan itu (rumahnya jadi seram) setelah syuting. Yang punya rumah sakit kemudian tinggal bersama anaknya di Kelurahan Banaran, Playen,” lanjut Danuri.

Setelah itu, Mbah Ngadiyo meninggal. Istrinya pun enggan untuk tinggal di rumah tersebut karena mengaku rumahnya jadi lebih menakutkan usai dijadikan tempat syuting. Untungnya, uang sewa dari kru film ternyata cukup banyak sehingga istri Mbah Ngadiyo sampai bisa membeli properti lain berupa tanah.

(WHS)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id