Khofifah Ingin Jajarannya Lebih Cepat Respons Bencana

    Amaluddin - 08 Januari 2020 15:28 WIB
    Khofifah Ingin Jajarannya Lebih Cepat Respons Bencana
    Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memimpin rapat tanggap bencana bersama organisasi perangkat daerah (OPD) Pemprov Jatim, di Bandara Juanda Surabaya di Sidoarjo, Rabu, 8 Januari 2020. Medcom.id/Amaluddin
    Sidoarjo: Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa langsung menggelar rapat tanggap bencana bersama organisasi perangkat daerah (OPD) usai pulang umrah. Rapat tersebut langsung dilakukan untuk menentukan langkah-langkah yang harus segera diambil.

    "Kita harus melakukan sesuatu dan langkah yang serius. Agar respon cepat menangani bencana, konektivitas harus bisa mengkoneksikan dengan OPD-OPD terkait," kata Khofifah, didampingi Wagub Jatim Emil Elestianto Dardak.

    Khofifah meminta kepada OPD agar penanganan bencana di wilayahnya dilakukan antisipasi secara komprehensif. Salah satunya memperkuat konektivitas antar OPD, agar responnya bisa lebih cepat dalam menangani bencana. "Ini juga bisa menjadi implementasi early warning system (EWS)," jelas Khofifah.

    Khofifah menjelaskan terkait solusi penanganan banjir bisa dilakukan dengan memasang biopori pada masing-masing rumah. Menurut Khofifah dengan membuat lubang resapan biopori, dapat membantu air untuk segera masuk ke dalam tanah.

    "Seluruh yang mengurus IMB diharapkan memasang biopori, sesuai dengan proporsional lahan rumah. Sebab, setiap rumah seharusnya memiliki biopori," jelas Khofifah.

    Selain itu perlu ada pengawasan dan ketegasan terhadap penambangan pasir liar alias ilegal. Sebab penambangan pasir ilegal itu berdampak pada lingkungan sekitar. "Saya minta semua yang terkait, ada keseriusan dari seluruh OPD Pemprov Jatim dan Instansi dari Kementerian PUPR. Untuk keamanan perlu dipasang tanda dilarang mengambil pasir," tegas Khofifah.

    Sementara Wagub Jatim, Emil Elestianto Dardak, meminta kepada OPD agar lebih memperhatikan aturan EWS, dan action plan dalam penanganan bencana yang diberlakukan di Jatim. Selain itu perlu ada penanganan yang tegas terhadap penambangan pasir ilegal.

    "Penambangan ilegal ada pemetaan titik-titik yang jelas. Jadi konsepnya tidak hanya menutup tetapi harus ada pembenahan," kata Emil.



    (DEN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id