BNN Sumut Sita 143 Kg Ganja Jaringan Aceh

    Antara - 29 Oktober 2019 10:23 WIB
    BNN Sumut Sita 143 Kg Ganja Jaringan Aceh
    Ilustrasi Medcom.id/ Mohammad Rizal.
    Medan: Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sumatera Utara (Sumut) bersama Ditintelijen BNN dan BNN Kota Pematang Siantar membongkar pengiriman 143 kilogram narkoba jenis ganja jaringan dari Aceh-Pematang Siantar-Lampung.

    Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi Sumut, Brigjen Atrial, mengatakan pengungkapan berdasar informasi dari masyarakat tentang adanya penyimpanan ganja asal Aceh di rumah milik tersangka AD di Jalan Tambun Timur Gang PJKA Kota Pematang Siantar.

    "Rabu, 23 Oktober petugas BNNP Sumut melakukan penggerebekan di rumah tersebut dan tidak menemukan AD (DPO) melainkan menjumpai ID, 26, dan JFP, 45. Saat penggeledahan petugas menemukan 4 kilogram ganja yang ditanam di dalam rumah," kata Atrial saat dikonfirmasi, Selasa, 29 Oktober 2019.

    Atrial menjelaskan dalam jaringan tersebut ID berperan menyimpan narkotika atas perintah AD. Sedangkan JFP berperan membantu AD membungkus narkotika sebelum diserahkan ke pelanggan.

    "Hasil interogasi terhadap ID (adik kandung AD), petugas bergerak ke sebuah gudang, yang tidak berapa jauh dari rumah di Jalan Tambun Timur, Kota Pematang Siantar. Petugas BNN menemukan 134 kg ganja kering yang dikubur di dalam tanah. Termasuk dua kardus berisi ganja seberat 5 kg," jelas Atrial.

    Menurut Atrial kemudian petugas mengembangkan perkara dan menangkap tersangka BH, 33, di rumahnya Jalan Purwo, Desa Karang Sari, Kecamatan Gunung Maligas, Kabupaten Simalungun. Dalam jaringan tersebut, BH merupakan kaki tangan AD yang menjemput narkotika dari Aceh.

    Petugas juga berhasil menangkap AI, 53, di sebuah warung yang tidak jauh dari rumahnya Jalan Timbun Timur, Kota Pematang Siantar. Tersangka AI berperan sebagai pencari pelanggan, dan menjadi kurir narkoba yang bertugas menggantarkan ke pelanggan AD.

    Atrial menambahkan total barang bukti yang disita yaitu ganja kering 143 kg, 5 unit handphone, 2 unit sepeda motor, satu buah KTP atas nama Irma Dinata, 1 buah Sim C atas nama Irma Dinata, 1 buah KTP atas nama Jhon Freddy Panggaribuan, dan1 buah ATM BRI.

    "Para tersangka kasus narkoba itu, dikenakan Pasal 114, Pasal 111, dan Pasal 132 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman seumur hidup, dan pidana mati," pungkas Atrial. (Syahrum Latupono)




    (DEN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id