Menkes Apresiasi RSUD Sidoarjo Turunkan Kasus Kematian Ibu dan Bayi

    Syaikhul Hadi - 13 Desember 2019 18:57 WIB
    Menkes Apresiasi RSUD Sidoarjo Turunkan Kasus Kematian Ibu dan Bayi
    Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto didampingi Bupati Sidoarjo, Saiful Ilah dan Direktur RSUD Sidoarjo, dr. Atok Irawan saat di RSUD Sidoarjo.
    Sidoarjo: Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto mengaku bangga dan mendukung langkah RSUD Sidoarjo dalam memberikan pelayanan untuk mencegah kematian Ibu hamil saat melahirkan. Tindakan itu bisa langsung tertangani setelah adanya ruang Public Service Center (PSC) yang ada di lantai dua RSUD Sidoarjo.

    “Menurunkan kematian Ibu dan bayi dari sisi tujuan nasional, tetapi istilahnya ini ngalap berkah, artinya setiap apa yang kita kerjakan ini pasti diridai dan di berkahi oleh Yang Maha Kuasa, karena yang kita lakukan ini berjuang dan menjaga kehidupan, saya bangga dan saya dukung," ujar Menteri Kesehatan Terawan saat berkunjung ke RSUD Sidoarjo, Jumat, 13 Desember 2019.

    RSUD Sidoarjo menjadi rumah sakit pertama di Jawa Timur yang mendapat kunjungan Menteri Kesehatan. Dalam kunjungannya tersebut, Terawan ingin melihat langsung sistem penanganan pada ibu hamil yang sedang melahirkan dan dinilai berhasil dalam menurunkan angka kematian bagi ibu dan bayi.

    Tempat pertama yang dituju adalah ruang PSC 119 (Public Service Center), dari ruangan PSC inilah pasien yang membutuhkan penanganan bersifat emergency bisa diketahui dan direspons dengan cepat. Termasuk penanganan Ibu melahirkan dalam kondisi darurat yang membutuhkan tindakan penanganan cepat.

    Ruang Public Service Center 119 (PSC) yang berada di lantai II Gedung Instalasi Gawa Darurat (IGD) memang sempat menarik perhatian Terawan, sebab di ruang PSC inilah penanganan Ibu melahirkan bisa terpantau, terintegrasi dengan 10 Puskesmas yang tersebar di wilayah Kabupaten Sidoarjo.

    "Dengan isistem seperti ini proses penanganan pada Ibu yang melahirkan bisa dilakukan dengan cepat," katanya.

    Bupati Sidoarjo, Saiful Ilah mengatakan peningkatan mutu dan kecepatan pelayanan menjadi prioritas rumah sakit yang ada di Sidoarjo.

    “kita berharap angka kematian Ibu dan bayi di Sidoarjo dari tahun ke tahun terus menurun," tambah Saiful Ilah.

    Untuk mencegah kasus kematian ibu dan bayi, RSUD Sidoarjo terus melakukan inovasi program. Salah satunya melalui Sidoarjo Maternal dan Neonatal Emergency SMS Gateway (Simanies) dan terintegrasi dengan aplikasi berbasis tekhnologi bernama Si Cantik atau Sidoarjo mencegah kematian ibu dan bayi.

    "Aplikasi yang dikembangkan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo tersebut berfungsi untuk merekam data Ibu hamil.  Integrasi kedua program tersebut  berhasil membantu proses penanganan pasien Ibu melahirkan dengan cepat dan tepat, sehingga kasus kematian Ibu dan bayi saat melahirkan di wilayah kabupaten Sidoarjo menurun," ungkap Direktur RSUD Sidoarjo, Atok Irawan.

    Berdasarkan catatan yang ada di RSUD Sidoarjo, angka kematian ibu dan bayi pada tahun 2018 mencapai 20 kasus. Angka tersebut menurun pada tahun 2019 menjadi 17.

    “Dari 17 kasus kematian tersebut, kondisi pasien sebelumnya sudah sakit komplikasi, seperti gagal ginjal, TBC, HIV," tandasnya. 




    (ALB)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id