Rp7,7 Triliun Disiapkan untuk Natal dan Tahun Baru di Papua

    Roylinus Ratumakin - 14 Desember 2019 10:17 WIB
    Rp7,7 Triliun Disiapkan untuk Natal dan Tahun Baru di Papua
    Salah satu kantor cabang BRI di Papua melayani nasabah. Foto: Medcom.id/Roy Ratumakin.
    Jayapura: Kepala Bank Indonesia (BI) Perwakilan Provinsi Papua, Naek Tigor Sinaga, mengatakan pihaknya memprediksi peredaran uang pada masa persiapan Natal 2019 dan tahun baru 2020 mencapai Rp4,2 triliun. Pihaknya menyediakan uang tunai sebesar Rp7,7 triliun.

    “Akhir tahun selalu ditandai dengan geliat perekonomian. Peningkatan kebutuhan uang tunai, menunjukkan aktivitas perekonomian meningkat,” kata Naek, Jumat, 13 Desember 2019.

    Dia mengungkap batas terakhir perbankan menarik uang dari Bank Indonesia adalah 27 Desember 2019. Pada tanggal 30 dan 31 Desember 2019,  setiap perbankan telah siap melayani kebutuhan uang tunai masing-masing nasabahnya.

    Direktur Keuangan Bank Papua, Rudi Dharma, mengaku pihaknya siap melayani kebutuhan uang tunai nasabah selama liburan Natal dan tahun baru.

    “Secara total, perkiraan (nilai uang tunai yang siap kami salurkan kepada nasabah kami pada masa Natal dan Tahun Baru) sebesar Rp4,5 triliun.  Di Papua, Rp3,724 triliun, dan di Papua Barat Rp798 miliar,” katanya.

    Rudy menerangkan Bank Papua akan melayani penukaran uang kecil di kantor cabang utama dan pembantu serta ATM yang ada.

    Sementara itu, Regional CEO Bank Mandiri Region XII-Papua, I Gede Raka Arimbawa, mengatakan Bank Mandiri berkomitmen meningkatkan pelayanan kepada nasabah. Selama hari libur dan cuti bersama hari Natal dan tahun baru 2019, Bank Mandiri membuka layanan kas terbatas di empat kantor cabang di Provinsi Papua dan tiga Kantor cabang di Provinsi Papua Barat.

    “Kami juga sudah mengantisipasi kebutuhan uang tunai pada momen Natal dan tahun baru yang akan mengalami kenaikan dibanding dengan kondisi normal. Pada kondisi normal kebutuhan uang tunai nasabah Bank Mandiri di Papua dan Papua Barat mencapai rata-rata Rp612 miliar per bulan,” ujarnya.

    Pihaknya memperkirakan kebutuhan uang tunai nasabah pada Natal dan tahun baru 2020 akan tumbuh sebesar 29 persen dibanding rata-rata bulan sebelumnya, atau berkisar Rp790 miliar.

    “Angka itu lebih besar dari nilai uang tunai yang disalurkan kepada nasabah Bank Mandiri pada musim Natal dan Tahun Baru tahun lalu, yang mencapai Rp765 miliar,” katanya.

    Kebutuhan uang pecahan kecil pada Natal 2019, kata I Gede, diproyeksikan sebesar Rp9,6 miliar. Sejumlah Rp6,6 miliar di antaranya telah disiapkan dalam bentuk uang pecahan Rp20 ribu dan Rp10 ribu, karena kedua pecahan itu yang paling banyak diminati pada musim Natal dan tahun baru.

    Kepala Cabang BRI Jayapura, Hendry Manalu, mengatakan belum menemukan lonjakan kebutuhan uang tunai dan uang pecahan kecil. Pihaknya telah bersiap melayani kebutuhan uang tunai nasabahnya pada masa Natal dan Tahun Baru.

    “Tak hanya penukaran uang kecil di kantor kas dan cabang di Jayapura. Kami juga menyiapkan e-channel seperti ATM. Semua disiapkan untuk mencukupi kebutuhan uang tunai,” ujarnya.



    (LDS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id