Ma'ruf akan Perjuangkan Guru Tua Jadi Pahlawan Nasional

    Mitha Meinansi - 15 Juni 2019 18:22 WIB
    Ma'ruf akan Perjuangkan Guru Tua Jadi Pahlawan Nasional
    Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Ma'ruf Amin (kiri) berbincang dengan Ketua Utama Alkhairaat Sayyid Sagaf bin Idrus bin Salim Aljufri. (ANT/Basri Marzuki)
    Palu: Calon wakil presiden 01 Ma'ruf Amin menyatakan akan memperjuangkan sosol Al Habib Idrus bin Salim Al Jufri alias Sayyid Idrus bin Salim Al Jufri atau populer dikenal Guru Tua sebagai pahlawan nasional. Guru Tua ialah pendiri lembaga pendidikan Islam Alkhairaat. 

    "Kiprah Guru Tua semasa hidup dengan membangun pendidikan melalui pesantren, ikut berjuang dalam kemerdekaan Indonesia, sepantasnya mendapat gelar pahlawan nasional," kata Ma'ruf saat memberi sambutan di peringatan Haul Guru Tua yang ke 51 tahun, di Kompleks Alkhairaat, Palu Barat, Kota Palu, Sulawesi Tengah, Sabtu, 15 Juni 2019. 

    Ma'ruf berjanji, akan memperjuangkan status Guru Tua untuk menjadi pahlawan nasional. Meski, saat ini dirinya hanya menjabat sebagai Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia. 

    "Dan kalau sudah resmi sebagai wakil presiden nanti, akan saya perjuangkan menjadi pahlawan nasional," ujar Ma'ruf.

    Dalam acara itu, puluhan ribu abnaulkhairaat, masyarakat dari berbagai daerah di Sulawesi Tengah, dan warga dari Indonesia Timur memadati lokasi kegiatan. Ma'ruf mengajak para orangtua untuk menyekolahkan anaknya di pesantren.

    "Kalau punya anak tiga, masukkan satu ke pesantren. Kalau anak lima, masukkan satu orang di pesantren. Pilihlah anaknya terbaik untuk masuk pesantren supaya bisa menghasilkan ulama berkualitas dan pintar," tuturnya.

    Selain Ma'ruf Amin, tampak hadir Ketua Utama Alkhairaat Habib HS Saggaf bin Al Jufri, Ketua Umum PB Alkhairaat Habib HS Ali Muhammad Al Jufri, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Gubernur Maluku Utara KH Abdul Gani Kasuba dan Gubernur Sulawesi Tengah H Longki Djanggola.

    Longki Djanggola mengatakan, apa yang sudah dilakukan Guru Tua harus terus dikembangkan seperti bidang pendidikan, bidang sosial dan kemasyarakatan. Longki menilai, jasa Guru Tua dalam membangun pendidikan, dan ikut berjuang untuk kemerdekaan Indonesia dan sebagainya, sudah sepantasnya Guru Tua menjadi pahlawan nasional.

    "Saya berharap semua dokumen, rekam jejak dan persyaratan-persyaratan sudah dilengkapi dan memang sudah lengkap untuk diajukan menjadi pahlawan nasional," harapnya.

    Dukungan Guru Tua menjadi pahlawan nasional juga disampaikan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Anie menilai, Guru Tua merupakan sosok yang luar biasa.

    "Mana ada orang seperti Guru Tua di masa hidupnya membangun 600 pesantren. Dengan membangun pesantren, berarti Guru Tua mempersiapkan masa depan bangsa," tandas Anies.



    (LDS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id