Pemkot Depok Berencana Viralkan Pembuang Sampah Sembarangan

    Octavianus Dwi Sutrisno - 08 Februari 2020 04:57 WIB
    Pemkot Depok  Berencana Viralkan Pembuang Sampah Sembarangan
    Ilustrasi. Medcom.id/Mohammad Rizal.
    Depok: Pemerintah Kota Depok berencana memviralkan wajah oknum masyarakat yang kedapatan membuang sampah di sembarang tempat. Hukuman semacam itu diharapkan memberikan efek jera. 

    Kepala Bidang Kebersihan, Dinas Lingkungan Hidup Kota Depok Iyay Gumilar mengatakan, ide tersebut muncul karena Pemprov jengah dengan pelaku pembuang sampah sembarangan. 

    "Ini sebetulnya tercetus ketika kita kesal kepada mereka," Ucap Iyay kepada Medcom.id, Jumat 17 September 2020.

    Pembuang sampah sembarangan marak terjadi di pinggiran jalan dekat perbatasan Kabupaten Bogor dan Kota Depok seperti Jalan Raya Bogor, Citayam, dekat Kostrad, hingga pinggiran perlintasan kereta.

    Ide ini masih akan dikaji lebih lanjut bersama Pemerintah Kota Depok. Belum akan diterapkan dalam waktu dekat.

    "Kami kaji dulu apakah aturan ini tidak bertentangan dengan UU ITE, kalau soal kesiapan tentu kami siap memviralkan mereka," bebernya.

    Selain itu Dinas Lingkungan Hidup Kota Depok terus berupaya memangkas kebiasaan masyarakat, membuang sampah sembarangan. Salah satunya dengan memaksimalkan kegiatan operasi tangkap tangan. 

    Mekanismenya petugas kebersihan dari DLHK bersama satuan Polisi Pamong Praja Kota Depok, memantau beberapa titik rawan pembuang sampah sembarangan. Biasanya OTT dilakukan sekitar pukul 24.00 WIB keatas.

    "Ya ini cukup efektif, sepanjang 2019 saja kami berhasil melakukan OTT dan langsung sidang tipiring (tindak pidana ringan) terhadap kurang lebih 40 orang pelanggar," paparnya.

    Sanksi kepada pelanggardiakui masih kurang maksimal. Sesuai Perda seharusnya denda Rp25 Juta. "Paling kalau sudah tipiring, dendanya Rp 100 - Rp 200 ribu," paparnya.

    Pada tahun 2020 ini, Iyay mengaku akan lebih intensif melakukan kegiatan OTT. Karena hal tersebut dinilainya sangat efektif.

    "Yang tertangkap selama ini, kami pantau orang - orang baru, bukan yang sebelumnya sempat tertangkap jadi menurut kami ini efektif," pungkasnya.




    (WHS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id