Puluhan Warga Tulungagung Diserang Chikungunya

    MetroTV - 15 Mei 2020 19:11 WIB
    Puluhan Warga Tulungagung Diserang Chikungunya
    ilustrasi Medcom.id
    Tulungagung: Puluhan warga di satu desa di Tulungagung, Jawa Timur terserang demam chikungunya. Penyakit yang berasal dari gigitan nyamuk aedes albopictus itu membuat warga berbagai usia mengalami lumpuh sesaat. 

    Data Dinas Kesehatan (Dinkes) Tulungagung, sejak awal Mei lalu, tercatat ada 31 warga dari dua RT di Desa Pinggirsari, Kecamatan Ngantru yang terjangkit chikungunya. Mereka tiba-tiba mengalami lumpuh sesaat hingga tidak dapat beraktivitas. 

    Warga mengaku gejala serangan chikungunya ini awalnya badan mengalami demam tinggi. Kemudian diikuti rasa nyeri di seluruh persendian dan bintik-bintik merah di kulit. Selanjutnya bagian tubuh lain, seperti kaki dan tangan sulit untuk digerakan  atau mengalami kelumpuhan.

    Penyakit chikungunya ini menyerang warga desa tidak serantak, namun secara bergantian. Setelah sejumlah penderita sembuh  tidak lama berselang muncul penderita baru dan rata-rata menyerang satu keluarga. 

    “Selain demam, semua tulang rasanya nyeri,“ ujar Imam Khudori, salah satu penderita chikungunya. 

    Sementara  Dinkes Tulungagung  mengatakan imbauan pemerintah agar warga tinggal di rumah di tengah pandemi covid-19  bisa menjadi sasaran gigitan nyamuk aedes albopictus jika kebersihan lingkungan diabaikan. 

    “Kebersihan lingkungan harus dijaga jika tidak bisa mengakibatkan perkembangan populasi nyamuk aedes albopictus. Pola gigitnya pada pagi dan sore hari di dalam rumah, berdampak pada orang yang berdiam diri di rumah tanpa melakukan aktivitas, “ ujar Didik Eka, Kasi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Dinkes Tulungagung. 
      
    Saat ini, lanjut Eka, pihak Dinas Kesehatan terus gencar melakukan sosialisasi terhadap warga Desa Pinggirsari untuk selalu berperilaku hidup sehat dan bersih  serta melakukan pemberantasan sarang nyamuk di sekitar rumahnya. Sebab, populasi  chikungunya masih bisa terus bertambah karena kondisi cuaca sedang menentu. 

    “Cuaca seperti sekarang di tambah lingkungan tempat tinggal yang tidak bersih sangat cocok untuk sarang perkembangbiakan nyamuk aedes albopictus. Dalam waktu dekan kami akan melakukan fogging juga di sekitar lingkungan terjangkit chikungunya untuk memutus rantai penyebaran penyakit ini, “ ujarnya.



    (ALB)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id