Lurah di Bogor Ungkap Data Ganda Penerima Bansos

    Rizky Dewantara - 20 Mei 2020 13:53 WIB
    Lurah di Bogor Ungkap Data Ganda Penerima Bansos
    Ilustrasi. Antara/Oky Lukmansyah
    Bogor: Lurah Panaragan, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, Jawa Barat, Manan Tampubolon, mengungkapkan perihal carut marut data penerima bantuan sosial (bansos) untuk warganya yang  terdampak pandemi covid-19. Diterangkan data penerima bantuan sosial tumpang tindih dan dobel.

    "Hal itu terjadi karena ada sebagian warga sudah tercatat di Program Keluarga Harapan (PKH) dan Program Beras Sejahtera (Rastra). Kemudian masuk lagi didata penerima bantuan dari APBD (Anggaran Pendapatan Belanja Daerah) Kota Bogor," ungkap Manan kepada Medcom.id, di Bogor, Rabu, 20 Mei 2020.

    Ia menambahkan, ada juga data penerima bantuan berstatus pensiunan PNS (pegawai negeri sipil) dan warga yang sudah berpindah domisili. Lebih lanjut, ada kasus lain seperti 41 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Kelurahan Panaragan tidak sesuai menerima bansos.

    "Pengganti penerima bansos sudah berdasarkan data dari kelurahan yang memang sesuai kategori dan belum tercover bantuan dari mana pun. Supaya pada bulan berikutnya warga tersebut tercatat dan menerima bantuan," jelas dia.

    Dia melanjutkan, kendala selanjutnya soal penerima Program Keluarga Harapan (PKH) dan BPNT (bantuan pangan nontunai) dari Kementerian Sosial. Mayoritas warga menuliskan nama ibu atau istri, bukan nama kepala keluarga. Sementara ketika dilakukan pendataan bansos terdampak covid-19, pengurus RT dan RW melampirkan nama kepala keluarga.

    "Di situ ada kemungkinan nama yang terdaftar tidak terverifikasi dengan teliti itu dan menyulitkan saat memverifikasi validasi data penerima bansos," terangnya.

    Baca: Pemkot Bogor Temukan 6 Ribu Data Ganda Penerima Bansos

    Dia menuturka, waktu yang diberikan pun cukup singkat untuk memverifikasi ribuan data. Kemudian, harus segera disampaikan ke Dinsos Pemkot Bogor dan Pemrov Jabar.

    "Itu hambatannya," ucapnya.

    Dia mengaku terus melakukan verifikasi penerima bansos melalui aplikasi Sistem Kolaborasi dan Partisipasi Rakyat (Salur) milik Pemkot Bogor yang bisa diakses di salur.kotabogor.go.id. Dia berharap, saat penyaluran bansos turut dilibatkan pihak kelurahan untuk verifikasi.

    "Supaya kita tahu warga mana yang dapat dan belum juga yang tidak. Jadi bisa kita perbaiki dan tidak salah sasaran penyalurannya juga sesuai kategori," teganya.

    Ia menjelaskan, pendataan warga Kelurahan Panaragan yang terdampak covid-19 dan sesuai dengan kategori penerima bantuan sudah dilakukan sejak Maret 2020. Pendataan terbaru semuanya masuk ke dalam usulan non DTKS (Data Terpadu Kesejahteraan Sosial). Data usulan Non DTKS Kelurahan Panaragan akibat terdampak covid ini jumlahnya 791 KK.

    "Jika dirinci jumlah warga Kelurahan Panaragan yang masih menunggu pencairan bansos sebagai berikut, program perluasan BPNT Akibat covid-19, 130 KPM. Program bansos Provinsi Jabar dari non DTKS, 240 KPM, program bansos Kemensos dari DTKS,  2 KK dari non DTKS, 41 KK," tuntasnya.



    (LDS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id