Polisi Sita 2 Senpi Perampok Toko Pakaian di Aceh

    Antara - 16 November 2021 19:17 WIB
    Polisi Sita 2 Senpi Perampok Toko Pakaian di Aceh
    Dua senjata api yang diamankan dari pelaku perampokan di Mapolres Aceh Timur. ANTARA/HO



    Aceh: Polres Aceh Timur menyita dua pucuk senjata api laras pendek yang diduga digunakan untuk merampok toko pakaian membawa lari uang Rp140 juta beberapa waktu lalu. Senjata api tersebut diamankan di sebuah rumah di Desa Seumanah Jaya, Kecamatan Ranto Peureulak, Kabupaten Aceh Timur.

    Kapolres Aceh Timur AKBP Mahmun Hari Sandy Sinurat mengatakan senjata api tersebut jenis FN dan revolver. 

     



    "Dua senjata api tersebut diamankan di rumah seseorang berinisial MU. Senjata api tersebut diduga digunakan saat perampokan toko pakaian di Desa Arul Pinang, Kecamatan Peunaron, Kabupaten Aceh Timur," kata Mahmun di Aceh, Selasa, 16 November 2021.

    Menurut Mahmun, keberadaan dua pucut senjata api laras pendek tersebut dari pengakuan tersangka MH kepada penyidik. Senjata dititipkan kepada kawannya berinisial MU.

    Dari keterangan tersebut, anggota Opsnal Polres Aceh Timur menuju ke rumah MU. Namun, saat petugas datang, MU tidak berada di rumahnya.

    Baca: Anjing Pelacak Buru 23 Tahanan Kabur dari LPKA Jambi

    Polisi menyisir di sekitar rumah dan ditemukan dua pucuk senjata api berikut 10 butir peluru aktif di kantong plastik hitam yang diletakkan dalam sebuah pengeras suara yang rusak di pekarangan rumah tersebut.

    "Dengan diamankan dua senjata api tersebut, maka penyidik sudah mengamankan tiga pucuk senjata api dengan rincian dua FN dan satu revolver," kata dia.

    Ia mengatakan polisi sudah menangkap empat terduga pelaku perampokan, yakni BY alias RR, 33, MH, 26, RS, 34, dan ZL, 36.

    "Dari hasil pemeriksaan penyidik dan pengakuan para pelaku, pelaku ZL diduga otak  perampokan tersebut. Penyidik terus mengembangkan perkara guna mengungkap kasus tersebut," paparnya.

    Para pelaku dijerat pasal berlapis Pasal 1 Ayat 1 Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951 serta Pasal 365 Ayat 2 juncto Pasal 480 juncto Pasal 55 KUHP dengan ancaman 12 tahun penjara.

    "Mereka dijerat pasal berlapis karena aksi perampokan itu dilakukan menggunakan senjata api. Ancaman hukuman mati atau seumur hidup serta pidana 12 tahun penjara," kata dia.

    Perampokan menggunakan bersenjata api diduga dilakukan komplotan di toko pakaian yang juga agen bank di Desa Arul Pinang, Peunarun, Aceh Timur, Minggu, malam, 31 Oktober. Akibatnya, korban mengalami kerugian Rp140 juta. Dalam aksinya, seorang pelaku melepaskan tembakan di meja kasir.


    (WHS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id