Populer Daerah, PNS di Aceh Cabuli Anak Kandung Hingga Pengungsi Longsor Nganjuk Keracunan

    Lukman Diah Sari - 20 Februari 2021 07:32 WIB
    Populer Daerah, PNS di Aceh Cabuli Anak Kandung Hingga Pengungsi Longsor Nganjuk Keracunan
    Ilustrasi. Paus terdampar di Selandia Baru. Foto: AFP.



    Jakarta: Sejumlah berita di daerah pada Jumat, 9 Februari 2021, menarik perhatian publik. Pertama perihal PNS di Aceh yang mencabuli anak kandungnya.

    Kedua, perihal pengungsi longsor di Nganjuk, Jawa Timur, keracunan. Terakhir, ialah puluhan paus terdampar di perairan Madura.




    Berikut berita populer di daerah pada Jumat, 19 Februari 2021:

    1. PNS di Aceh Ditangkap karena Cabuli Anak Kandung

    Seorang ayah di Aceh ditangkap karena mencabuli anaknya sendiri yang masih berusia empat tahun. Pria tersebut merupakan Pegawai Negeri Sipil (PNS) di salah satu instansi Banda Aceh, Aceh.
     
    Kasatreskrim Polresta Banda Aceh, AKP M Ryan Citra Yudha, mengatakan pelaku berinisial SUR, 46, warga Kabupaten Aceh Besar, Aceh.
     
    "Pelaku ini berprofesi sebagai PNS di salah satu instansi di Banda Aceh. diduga telah melakukan pelecehan seksual terhadap anak kandungnya, yang kini masih berstatus pelajar di salah satu Taman Kanak-kanak (TK)," kata Yudha saat dikonfirmasi, Jumat, 19 Februari 2021.

    Selengkapnya baca di sini.

    2. 46 Paus Mati Terdampar di Perairan Bangkalan Madura

    Surabaya: Sekitar 50 ekor ikan paus terdampar di pesisir perairan Desa Paterman, Kecamatan Modung, Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur. Belum diketahui pasti penyebab terdamparnya paus berjenis pilot tersebut.
     
    "Ada 50 ekor lebih yang terdampar sejak Kamis kemarin. Sebanyak 46 di antaranya mati, tiga paus selamat," kata Kapolsek Modung Bangkalan, AKP Suwaji, saat dikonfirmasi, Jumat, 19 Februari 2021.

    Selengkapnya baca di sini.

    3. 12 Pengungsi Tanah Longsor Nganjuk Keracunan

    Surabaya: Sebanyak 12 korban longsor di Dusun Selopuro, Desa Ngetos, Kecamatan Ngetos, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, keracunan makanan. Dari jumlah itu, dua orang di antaranya harus mendapat perawatan di rumah sakit.
     
    "Yang dilarikan ke RS sementara hanya ada dua orang, semuanya dewasa," kata Kepala Dinas Sosial Kabupaten Nganjuk, Nafhan, saat dikonfirmasi, Jumat, 19 Februari 2021.

    Selengkapnya baca di sini.

    (LDS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id