29 Rumah Rusak Pascahujan Lebat di Gunungkidul

    Ahmad Mustaqim - 30 Desember 2019 11:42 WIB
    29 Rumah Rusak Pascahujan Lebat di Gunungkidul
    Rumah warga Gunungkidul rusak parah usai hujan yang menumbangkan pohon. (Foto: BPBD Gunungkidul)

    Yogyakarta: Puluhan rumah warga di Kabupaten Gunungkidul, Daerah istimewa Yogyakarta, rusak usai hujan lebat pada Minggu petang, 29 Desember 2019.

    "29 rumah yang rusak itu, satu di antaranya mengalami kerusakan sangat berat," kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul, Edi Basuki, Senin, 30 Desember 2019. 


    Edi mengatakan dampak hujan lebat ini terjadi di berbagai titik dan menyebabkan kerusakan jaringan listrik hingga pohon tumbang menutup akses jalan. Dampak bencana terjadi di Desa Getas, dan Dengok, Kecamatan Playen; Desa Sidorejo, Kecamatan Ponjong; serta Desa Karangtengah, Kecamatan Wonosari. 

    Selain itu, sejumlah fasilitas umum juga turut rusak, seperti di Desa Bleberan, Desa Getas, Desa Banaran, di Kecamatan Playen. Lalu, pepohonan tumbang berada di Jalan Karangmojo-Ponjong; Jalan Kesatrian Wonosari, Getas; dan Playen-Imogiri. 

    Menurut Edi, tim reaksi cepat (TRC) BPBD Gunungkidul telah membersihkan sejumlah material dampak hujan lebat itu, seperti pepohonan tumbang, sehingga akses jalan bisa dilalui. Sementara, beberapa jaringan listrik PLN yang rusak telah tertangani. 

    Pihaknya mengingatkan seluruh warga mewaspadai hujan serta angin kencang. Situasi itu sekaligus disertai kewaspadaan bencana banjir dan tanah longsor. 

    Beberapa titik potensi longsor yang telah dipetakan di antaranya berada di Kecamatan Patuk, Gedangsari, Nglipar, Ngawen, Ponjong dan Semin. Adapun ancaman banjir berada di Desa Mertelu, Gedangsari, sepanjang aliran Kali Oya, dan Kali Besole di Kota Wonosari, serta luweng-luweng yang tersumbat sampah di kawasan Tanjungsari, dan Purwosari. 

    "Kami telah mengajukan surat penetapan status darurat banjir dan longsor kepada bupati. Situasi darurat bisa ditetapkan sewaktu-waktu," ucapnya. 

    Ia mengaku terus berkoordinasi dengan Badan Meteorologi dan Klimatologi Geofisika (BMKG) untuk memantau cuaca. Edi mengatakan musim hujan sudah terjadi merata di wilayah Gunungkidul. 

    "Masyarakat tetap tenang meski nanti statusnya darurat, karena ini untuk memudahkan penanganan bencana. Yang penting selalu waspada," pungkasnya.





    (MEL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id