Pemprov Jabar Pastikan Protokol Kesehatan Diterapkan di Area Wisata

    P Aditya Prakasa - 29 Oktober 2020 15:07 WIB
    Pemprov Jabar Pastikan Protokol Kesehatan Diterapkan di Area Wisata
    Ilustrasi. Medcom.id
    Bandung: Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Jawa Barat memastikan protokol kesehatan diterapkan di kawasan wisata di Jawa Barat. Hal itu untuk mengantisipasi lonjakan kasus covid-19 saat libur panjang, 28 Oktober - 31 oktober 2020. 

    Kepala Disparbud Jawa Barat, Dedi Taufik, mengatakan pengecekan sudah dilakukan dalam beberapa hari terakhir ke wilayah Sukabumi hingga Pangandaran. Pihaknya juga mendatangi hotel, restoran, dan tempat wisata termasuk area publik yang tidak berbayar.

    "Kami monitor sekaligus melihat kesiapan ke tempat destinasi wisata dari wilayah Barat hingga Timur (Jawa Barat) sampai Pangandaran. Di public space kami sudah bagikan masker dan edukasi," kata Dedi saat dihubungi, Kamis, 29 Oktober 2020.

    Pemerintah Provinsi Jawa Barat telah menyiapkan 26.700 alat rapid test untuk wisatawan yang datang ke Jawa Barat. Ada 54 titik lokasi pemeriksaan rapid tes secara acak.

    "Rapid tes screening awal untuk nanti ditindaklanjuti swab tes. ini dilakukan secara acak. Ini penting sebagai bagiana dari screening agar tidak ada peningkatan kasus covid-19 setelah libur panjang. Ini pun agar wisatawan bisa merasa aman dan tenang,” kata dia.

    Baca: Gara-gara Peta Digital, Mobil Masuk Jurang di Lembang

    Menurut Dedi, antisipasi yang dilakukan kini bercermin dari peningkatan kasus covid-19 saat libur Lebaran. Saat itu, terjadi kenaikan jumlah kasus harian dan kumulatif mingguan sekira 69 persen hingga 93 persen dengan rentang waktu 10 sampai 14 hari.

    "Kami meminta wistawan yang datang ke berbagai tempat untuk ikut berpartisipasi dengan tetap disiplin mematuhi protokol kesehatan yang ada," ucap dia.

    Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Jawa Barat Herman Muchtar menyebut, momentum libur panjang diharapkan bisa meningkatkan okupansi hotel secara merata. Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik Jabar, Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel pada Agustus 2020 mencapai 34,95 persen.

    Menurut dia, ketimbang pada Juli, TPK mengalami kenaikan 7,78 poin dari 27,17 persen. Sementara okupansi hotel di Jabar pada September berada di angka 15–20 persen.

    "Hotel bintang agak lebih baik dari hotel melati. Hotel bintang di atas 20 persen, sedangkan hotel melati di bawah 15 persen,” terangnya.

    (LDS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id