Nelayan Jatim Diimbau Waspada Gelombang hingga Tiga Meter

    Amaluddin - 22 Oktober 2020 17:17 WIB
    Nelayan Jatim Diimbau Waspada Gelombang hingga Tiga Meter
    Ilustrasi. Medcom.id
    Surabaya: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Tanjung Perak, Surabaya, Jawa Timur, mengimbau masyarakat dan nelayan waspada cuaca di Laut Jawa. BMKG memprakirakan gelombang tinggi disertai angin kencang terjadi di perairan Laut Jawa, khususnya wilayah selatan Jatim.

    "Kami imbau masyarakat utamanya nelayan lebih waspada pada cuaca laut, di mana ombak atau gelombang laut bisa mencapai 3,5 meter," kata Kepala BMKG Tanjung Perak Surabaya, Taufik Hermawan, dikonfirmasi, Kamis, 22 Oktober 2020.

    Berdasarkan pantauan BMKG, gelombang tinggi disertai angin kencang akan terjadi di perairan selatan Jatim. Antara lain perairan Samudra Hindia bagian selatan Jatim, di mana angin bertiup kencang dengan kecepatan 10-28 knot dan gelombang dengan ketinggian 3,5 meter.

    Adapun daerah pesisir Jatim itu, yakni mulai dari Pacitan di ujung barat Jatim, hingga Banyuwangi ujung timur Jatim. Meski belum memberikan peringatan, dia  mengingatkan agar nelayan meningkatkan kewaspadaannya.

    Baca: Gelombang Tinggi Masih Berpotensi Melanda Selatan Jabar-DIY

    "Jadi, nelayan harus lebih waspada kondisi-kondisi terhadap tinggi gelombang di wilayah pesisir khususnya selatan Jatim masih bisa terjadi," kata Taufik.

    Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, juga mengimbau masyarakat terutama nelayan memperhatikan kondisi cuaca. Apabila terpantau kondisi cuaca ekstrem, disarankan tidak melaut dalam dua hingga tiga hari ke depan.

    "Prediksi BMKG kemarin kemungkinan dalam minggu-minggu ini akan ada gelombang 3,5 meter misalnya, maka para nelayan harus terkonfirmasi supaya mereka tetap selamat," kata dia.

    Selain ombak tinggi, mantan menteri sosial itu juga mengingatkan adanya fenomena La Nina. Meningkatnya curah hujan hingga 25 persen patut diwaspadai. Bencana hidrometeorologi seperti banjir dan puting beliung harus sejak dini diantisipasi.

    "Kami (sedang) petakan secara lebih detail. Besok kita menunggu hasil rakor BMKG Jawa Timur untuk bisa memberikan peta secara lebih detail 22 kabupaten/kota ini supaya melakukan kesiapsiagaan," terangnya.

    Dia meminta masyarakat tidak panik. Dia memastikan semua kesiapan penanganan bencana oleh badan penanggulangan bencana daerah (BPBD) dan Tagana sudah sedia.

    "Karena pandemi Covid-19 jadi tidak bisa banyak-banyak. Makanya kita bagi ke dalam tiga titik, satu di wilayah Mataraman, di titik pantai utara dan tiga di titik tapal kuda," ujarnya.

    (LDS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id