Riau Sediakan Alat Berat untuk Masyarakat Buka Lahan Tanpa Membakar

    Antara - 03 Maret 2021 12:51 WIB
    Riau Sediakan Alat Berat untuk Masyarakat Buka Lahan Tanpa Membakar
    Api menyala di kawasan hutan lindung PT Chevron Pacific Indonesia yang berbatasan dengan lahan masyarakat di Kecamatan Rumbai Pesisir, Kota Pekanbaru, Senin malam (1/3/2021). (ANTARA/FB Anggoro)



    Pekanbaru: Pemerintah Provinsi Riau menyediakan sejumlah alat berat yang bisa digunakan masyarakat untuk membuka lahan pertanian tanpa harus membakar lahan. Fasilitas yang disediakan pemerintah agar tidak terulang lagi bencana asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

    Gubernur Riau Syamsuar mengatakan pemerintah melarang keras masyarakat membuka lahan, khususnya gambut, dengan membakar karena berpotensi merusak lingkungan.






    "Kita juga memberi solusi kepada masyarakat yang ingin membuka lahan yaitu menggunakan ekskavator milik pemerintah daerah provinsi," katanya, Rabu, 3 Maret 2021.

    Menurut Syamsuar, alat pertanian berupa ekskavator itu sebanyak enam unit dan ditempatkan di Unit Pelaksana Tugas (UPT) Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR). Masyarakat yang membutuhkan, tinggal menghubungi Dinas PUPR Provinsi Riau.

    "Semoga dengan ini dapat membantu masyarakat kita yang ingin mengelola lahannya dan Pemerintah Provinsi Riau juga terbantu dalam mengatasi karhutla," ujar dia.

    Sementara itu, Pemprov Riau sudah menetapkan status Siaga Darurat Kebakaran Hutan dan Lahan (karhutla) sejak 11 Februari hingga 31 Oktober 2021. Hal ini sebagai bentuk pencegahan karena Riau mengalami kemarau panjang dan sangat rentan terjadi kebakaran lahan gambut.

    Baca juga: Bandara Ngurah Rai Hanya Layani 157 Ribu Penumpang selama Februari

    Karhutla kini banyak terjadi di daerah pesisir, seperti Kabupaten Bengkalis dan kebakaran lahan dengan skala tidak terlalu besar juga terjadi di Kota Pekanbaru. Syamsuar mengakui masih ada orang-orang yang tidak sadar akan bahaya membakar lahan gambut.

    Ia berharap bencana asap tidak terjadi di Riau pada tahun ini, karena dikhawatirkan akan memperparah kondisi masyarakat yang masih susah akibat pandemi covid-19.

    "Saat ini kita dihadapkan dengan covid-19, yang diserang adalah paru-paru. Begitu juga dengan kebakaran, tentunya akan menimbulkan asap. Asap juga sasarannya paru-paru. Jika ini terjadi tentunya posisi kita sangat berbahaya. Jadi harapan kita Riau ini aman dari karhutla dan covid-19 dapat kita atasi," jelasnya.

    Berdasarkan data BMKG Stasiun Pekanbaru, jumlah titik panas pada Rabu pagi terdeteksi sebanyak 11 titik. Titik panas tersebar di Kabupaten Bengkalis ada tiga titik, Kota Dumai tiga titik, Kabupaten Pelalawan dua titik, Kabupaten Rokan Hilir dua titik, dan Kabupaten Kepulauan Meranti satu titik.

    Saat ini proses pemadaman masih mengandalkan tim gabungan dari darat, dan dibantu satu helikopter bantuan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. 

    (MEL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id