Operasi Gratis Bibir Sumbing Kembalikan Senyum Suci

    Anggi Tondi Martaon - 11 November 2019 11:36 WIB
    Operasi Gratis Bibir Sumbing Kembalikan Senyum Suci
    Suci, putri pasangan Jaeni dan Maesa, usai menjalani operasi bibir sumbing di RS Sari Asih Serang dalam program baksos Sido Muncul bekerja sama dengan Ikatan Alumni Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Tahun Kelulusan 1979 (Foto:Medcom.id/Anggi Tondi
    Serang: Jumlah anak yang lahir dengan kondisi bibir dan lelangit sumbing di Indonesia cukup tinggi. Tercatat jumlah kasus baru bibir dan lelangit sumbing sekitar 7.500 per tahun.

    Bibir dan lelangit sumbing merupakan kondisi yang menyebabkan ketidaksempurnaan pada struktur bibir atau lelangit mulut akibat gagalnya proses penyatuan bibir dan lelangit pada masa perkembangan janin sehingga terdapat celah di antara rongga mulut dan rongga hidung.

    Anak yang lahir dengan kondisi bibir sumbing pada umumnya minder, sulit mengucapkan kata dengan baik, mengalami kesulitan makan maupun minum. Bibir sumbing juga memicu masalah infeksi, gangguan pertumbuhan gigi dan tulang rahang atas.

    Kondisi tersebut salah satunya dialami oleh Suci. Anak kelima dari pasangan Jaeni dan Maesa itu dilahirkan tiga tahun lalu dengan mengidap kelainan celah bibir. Meski Suci tumbuh sebagai anak yang aktif dan percaya diri, ia kesulitan saat bicara. 

    “Kata-kata yang disampaikan tidak terlalu jelas karena kondisi bibirnya itu," ucap Jaeni, saat ditemui di Rumah Sakit Sari Asih, Serang, Banten, Sabtu, 9 November 2019.

    Jaeni dan Maesa tentu berharap Suci dapat tumbuh normal. Gayung pun bersambut. Harapan mereka terwujud setelah mengikuti kegiatan bakti sosial (baksos) operasi celah bibir dan langit-langit yang diselenggarakan di RS Sari Asih Serang oleh Sido Muncul dan Ikatan Alumni Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Tahun Kelulusan 1979. 

    Suci telah menjalani operasi bibir sumbing pada Sabtu, 9 November 2019. Saat Suci keluar dari ruang operasi pukul 11.00 WIB, Jaeni dan Maesa mengucap syukur.

    “Alhamdulillah, saya sangat senang. Akhirnya, Suci bisa tersenyum normal kembali," kata Jaeni sambil terisak menahan air mata bahagia.

    Ketua Panitia Operasi Celah Bibir dan Langit-langit Ratna Hendarji MPHM mengatakan, kegiatan ini merupakan peringatan 40 Tahun Kelulusan Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) 1970. Jumlah peserta yang mengikuti bakti sosial ini mencapai 27 pasien.

    "Diseleksi berdasarkan kasus-kasus yang ditemui oleh teman-teman bedah mulut di RS Sari Asih dan RSUD Serang. Seleksi dilakukan juga di masyarakat, kemudian terjaring semula 40 pasien. Ada tiga pasien yang tidak memenuhi syarat untuk operasi karena hemoglobin rendah dan sedang menderita sakit sehingga tidak bisa dilakukan operasi," kata Ratna.

    Operasi Gratis Bibir Sumbing Kembalikan Senyum Suci
    (Foto:Medcom.id/Anggi Tondi Martaon)

    Ratna menyampaikan alasan kenapa memilih kegiatan operasi celah bibir dan langit-langit. Berdasarkan data Kemenkes, satu dari lima anak Indonesia menderita kelainan celah bibir dan langit-langit.

    "Kita tahu dengan kelainan bawaan dia akan merasa minder, diolok teman-temannya, makannya juga tidak baik. Kita bekerja sama dengan Sidomuncul dan Persatuan Ahli Bedah Mulut Indonesia wilayah DKI Jaya,” katanya.

    Ratna mengapresiasi keterlibatan Sido Muncul. Perusahaan jamu dan farmasi di Indonesia itu dinilai peduli terhadap permasalahan yang dihadapi masyarakat, khususnya penderita katarak, celah bibir dan langit-langit.
    Sebelum operasi celah bibir kali ini, Sido Muncul sudah melakukan empat kegiatan serupa. Tak hanya itu, setiap tahun Sido Muncul rutin menggelar operasi katarak.

    "Ini menunjukkan bahwa komitmen Sido Muncul sangat besar untuk menyejahterakan rakyat," ujar Ratna.

    Hal senada disampaikan oleh Direktur RS Sari Asih Serang, dr Yahmin Setiawan, MARS. Dia menyebutkan, program ini sangat dibutuhkan oleh masyarakat, terlebih kasus celah bibir dan langit-langit cukup tinggi di Banten bagian barat.

    Kegiatan Baksos Operasi Celah Bibir dan Langit-langit di RS Sari Asih Serang melibatkan 23 tenaga medis. Mereka terdiri atas 10 dokter dari Persatuan Ahli Bedah Mulut dan Maksilofasila Indonesia (PABMI), tiga dokter anestesi, dan lain-lain. 

    Operasi Gratis Bibir Sumbing Kembalikan Senyum Suci
    (Foto:Medcom.id/Anggi Tondi Martaon)

    Pada kesempatan terpisah, Direktur Sido Muncul Irwan Hidayat menjelaskan bantuan operasi bibir sumbing gratis ini merupakan yang keempat kali diselenggarakan Sido Muncul. Sebelumnya, kegiatan serupa dilaksanakan di Kupang, Dolok Sanggul, dan Tarutung.

    "Bantuan ini kami fokuskan bagi penderita yang berasal dari keluarga pra sejahtera," kata Irwan Hidayat.

    Tingginya kasus bibir sumbing membuat Sido Muncul terpanggil untuk membantu masyarakat.

    "Kami berharap operasi berjalan lancar, pasien-pasien dapat kembali tersenyum, serta dapat meningkatkan kepercayaan diri untuk bersosialisasi," ujar Irwan Hidayat.



    (ROS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id