Tol Semarang-Demak Ditarget Rampung 2021

    Haryanto - 14 Januari 2020 17:43 WIB
    Tol Semarang-Demak Ditarget Rampung 2021
    Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo audiensi denganDirektur Utama PT Pembangunan Perumahan Handoko Yudianto terkait proyek tol Semarang-Demak. (Foto: MI/Haryanto)
    Semarang: Proyek jalan tol Semarang-Demak, Jawa Tengah, mulai memasuki masa pengerjaan konstruksi. Untuk tahap awal, pembangunan dilakukan di seksi II, yakni ruas Sayung-Demak sepanjang 16,31 kilometer (KM) dan ditargetkan selesai pengerjaan fisik pada akhir 2021.

    Direktur Utama PT Pembangunan Perumahan Handoko Yudianto, mengatakan, pengerjaan jalan tol dengan total panjang 27 km terbagi dalam dua seksi. Seksi 1 berada di ruas Semarang-Sayung sepanjang 10,69 km dan seksi II sepanjang 16,31 km membentang dari Sayung sampai Demak kota.

    "Saat ini yang kita kerjakan seksi II dulu dan telah berjalan. (Lahan) yang dibebaskan telah mencapai 60 persen," ujarnya, Selasa, 14 Januari 2020.

    Handoko mengungkapkan masa pengerjaan berlangsung selama 17 bulan dengan total investasi sebesar Rp5,4 triliun.

    "Akhir 2021 pengerjaan fisik seksi II selesai. Ketika beroperasi nanti tarifnya Rp1.124/km. Hitung-hitungan kami kendaraan yang bakal melintasi ruas Sayung-Demak sebanyak 16,276 per hari," katanya.

    Ia melanjutkan, untuk seksi I yang bakal memiliki desain tanggul laut prosesnya masih terkendala pembebasan lahan. Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan perlu ada percepatan progres pembangunan. 

    Menurut Ganjar, pihaknya telah berkomunikasi dengan Kementerian ATR/BPN terkait status tanah dan pembebasan lahan.

    "Harus ada win-win solution untuk pembebasan lahan itu. Masyarakat mengatakan tanah (di lahan calon jalan tol) itu miliknya, bisa menunjukkan sertifikat, tapi wujud tanahnya sudah tidak ada karena terendam rob," kata Ganjar.

    Ganjar menambahkan pembangunan seksi I, nilai investasinya mencapai Rp9 triliun. Desain akan terdapat jalan melayang di atas laut sepanjang delapan km dengan tinggi lima meter. Ia berharap selain berfungsi sebagai tanggul laut, bagian lain dari proyek juga bakal digarap infrastruktur penunjang.

    "Ekoturisme, kawasan industri kreatif, perumahan dan kolam retensi yang semuanya memiliki konsep green. Haram hukumnya mengambil air tanah, energi memakai yang terbarukan. Kalau bisa ini akan jadi kawasan yang luar biasa," jelasnya.



    (MEL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id