comscore

Ganjar: Waspadai Rob pada Juni-Juli

Media Indonesia.com - 29 Mei 2022 09:32 WIB
Ganjar: Waspadai Rob pada Juni-Juli
Ilustrasi--Sejumlah warga berjalan menghindari gelombang air laut di pesisir pantai Utara, Pekalongan, Jawa Tengah, Senin (23/5/2022). (ANTARA/Harviyan PP)
Semarang: Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo memperingatkan warga untuk mewaspadai banjir air laut pasang (rob) pada Juni dan Juli. Patroli terhadap tanggul pun harus dilakukan guna mengantisipasi banjir besar terulang kembali.

"Berdasarkan data dari BMKG, pada Juni dan Juli akan ada potensi gelombang tinggi lagi, saya minta Pemerintah Kota Pekalongan untuk waspada dan bersiap-siap," kata Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo usai mengunjungi ratusan pengungsi di Pekalongan, Sabtu malam, 28 Mei 2022.
Kewaspadaan tinggi untuk mengantisipasi terjadinya banjir besar terulang kembali, ucap Ganjar, dengan melakukan patroli di setiap tanggul sungai, sehingga ketika muncul gejala adanya kerusakan dapat segera dilakukan penanganan agar tidak sampai mengalami kerusakan parah. 

Menyangkut tanggul yang jebol beberapa waktu lalu hingga menyebabkan banjir rob besar, Ganjar mengatakan telah ditangani dengan memperbaiki tanggul dan adanya tanggul darurat. 

"Sudah ditangani dan mendekati selesai, diminta untuk dipercepat agar segera selesai," tambahnya.

Baca juga: Pemkab Kotim Diminta Gesit Tangani Korban Banjir

Pembangunan tanggul besar sepanjang pantai utara Kabupaten dan Kota Pekalongan, lanjut Ganjar Pranowo, saat ini sedang berlangsung, sehingga selesainya pembangunan tersebut diharapkan akan dapat mengatasi banjir rob secara permanen di kedua daerah di pantura Jawa Tengah itu. 

Banjir rob terjadi di Jawa Tengah saat ini tergolong paling besar dalam lima tahun terakhir, namun penanganan cepat dilakukan cukup baik oleh pemerintah daerah hingga pusat. Kondisi warga di pengungsian juga mendapatkan perhatian khusus dan semua sehat. 

"Alhamdulillah semua pengungsi sehat dan kebutuhan logistik terpenuhi baik, saya berterima kasih kepada semua pihak yang telah membantu, termasuk juga warga terdampak," ujarnya.

Sementara itu berdasarkan pemantauan banjir rob di Pekalongan Minggu, 29 Mei 2022, sudah mulai surut dibandingkan sebelumnya. Sejumlah warga di beberapa wilayah mulai terlihat melakukan pembersihan lumpur dan sampah di lingkungan dan rumah mereka agar kembali dapat ditempati.

Baca juga: Banjir Rob di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang Mulai Mengering

Namun ratusan pengungsi di beberapa titik masih bertahan karena selain lingkungan masih terendam dengan ketinggian sekitar 30-50 sentimeter (menurun dari sebelumnya hingga 1,2 meter, pengungsi juga masih khawatir muncul banjir lagi.

"Belum kering dan masih ada yang banjir, kami khawatir datang lagi rob besar jadi kami bertahan di sini," kata Haryati, 55, pengungsi di Tirto, Kota Pekalongan. 

Wali Kota Pekalongan Achmad Afzan Arslan Djunaid secara terpisah mengatakan seluruh pengungsi mendapatkan pelayanan terbaik, selain terpenuhi kebutuhan logistik dan obat-obatan. Pemkot Pekalongan juga menurunkan tim kesehatan serta tempat pengungsian yang memadai. 

Sedangkan bantuan untuk warga terdampak yang masih bertahan di rumah juga terus disalurkan. Dapur umum pun menyediakan ribuan makanan siap saji dibagikan kepada warga.

(MEL)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id