Sanksi Pelanggar Prokes di Tegal Ditingkatkan

    Kuntoro Tayubi - 09 Juni 2021 12:55 WIB
    Sanksi Pelanggar Prokes di Tegal Ditingkatkan
    Petugas kesehatan saat melakukan swab massal terhadap warga Pedukuhan Bulak, Desa Gantungan, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah. Medcom.id/ Kuntoro Tayubi



    Tegal: Status covid-19 di Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, masuk dalam zona merah. Pemkab Tegal bakal memperketat protokol kesehatan (prokes).

    Upaya itu dilakukan dengan mengeluarkan Peraturan Daerah (Perda) tentang penangan covid-19 di Kabupaten Tegal dengan denda maksimal bisa sanksi penjara.

     



    "Kabupaten Tegal dianggap berisiko tinggi karena masuk dalam klaster Brebes," kata Wakil Bupati Tegal, Sabilillah Ardie, Rabu, 9 Juni 2021.

    Baca: NasDem Targetkan 15 Kursi di DPRD Sumsel

    Dia menyatakan Kabupaten Tegal yang masuk zona merah karena berisiko tinggi. Hal tersebut disikapi Pemkab Tegal dengan membuat Perda baru pengganti Perda sebelumnya nomor 62 tahun 2020 tentang Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum dalam Pencegahan Covid-19 yang dinilai masih tumpul.

    Perda yang mengambil tema Gerakan Bangkit dari covid-19 itu akan menggencarkan operasi yustisi. Dalam operasi itu, Perda baru akan diberlakukan dengan sanksi denda lebih tinggi, yakni Rp100 ribu dari sebelumnya hanya Rp10 ribu.

    "Kita juga akan menutup sementara seluruh obyek wisata yang dikelola pemerintah. Mungkin selama dua minggu kedepan. Selain itu, sosialisasi digencarkan dan PPKM Mikro akan diberlakukan di tingkat RT dan RW," jelasnya.

    Selain obyek wisata, cafe, pasar modern dan tempat kerumunan wajib memperketat prokes. Jika tidak taat, akan dikenakan sanksi administrasi berupa penutupan sementara hingga penutupan permanen. Hal itu mendasari Surat Edaran Bupati Tegal Nomor : 443.5/B.0157 tanggal 5 Pebruari 2021.

    "Kami juga akan memberlakukan Perda nomor 8 tahun 2020 tentang pencegahan penyakit menular. Jika ada yang mencoba menghalangi atau dianggap menghambat pencegahan Covid-19 bisa dikenakan saksi penjara maksimal 6 bulan denda maksimal Rp 50 juta," ujar Ardie.


     

    (DEN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id