Pungli di TPU Cikadut, Polisi Sebut Ada Kesepakatan

    P Aditya Prakasa - 12 Juli 2021 14:06 WIB
    Pungli di TPU Cikadut, Polisi Sebut Ada Kesepakatan
    Kapolrestabes Bandung, Kombes Pol Ulung Sampurna Jaya. Medcom.id/P Aditya P



    Bandung: Polisi telah melakukan pemeriksaan dan klarifikasi terhadap kasus pungli di TPU Cikadut, Kota Bandung, Jawa Barat, yang sempat viral di media sosial (medsos). Polisi menyebut belum ada pelanggaran yang terjadi saat pemakaman ayah dari Yunita Tambunan pada Selasa, 6 Juli 2021.

    Kapolrestabes Bandung, Kombes Ulung Sampurna Jaya, mengatakan petugas pemakaman di TPU Cikadut sangat minim pada saat itu. Bahkan, di antaranya telah terpapar covid-19.

     



    "Keluarga dari Ibu Yuni itu ingin pemakaman itu dikuburkan saat itu juga, sehingga karena kekurangan karyawan atau personel. Akhirnya ditawarkan ada masyarakat, menggunakan jasa masyarakat, kemudian terjadilah kesepakatan antara Ibu Yunita dengan masyarakat sehingga mengeluarkan uang sebesar Rp2,8 juta, akhirnya baru dikuburkan," ucap Ulung di Markas Polrestabes Bandung, Senin 12 Juli 2021.

    Baca: 5 Fakta Pungli di TPU Cikadut Bandung

    Pihaknya telah juga meminta keterangan dari Yunita dan petugas pemakaman berinisial R. Saat diperiksa, kata dia, Yunita mengakui ada kesepakatan dan tawar menawar.

    "Kita masih mendalami dan menyelidiki di mana punglinya, karena itu kan pada saat kejadian antara masyarakat dengan saudara Yunita itu sudah ada kesepakatan. Apalagi dengan adanya yang muslim gratis, non muslim bayar tidak ada, bu Yunita menyampaikan tidak ada itu," ucap dia.

    Di tempat yang sama, Kepala Dinas Tata Ruang Pemkot Bandung, Bambang Suhari, mengatakan pihaknya bakal kembali mengangkat R sebagai Pekerja Harian Lepas (PHL) jika memang tak terbukti melakukan pungli. R akan kembali mendapatkan gaji bulanan dari Pemkot Bandung sebagaimana petugas PHL lainnya.

    Baca: Ada Pungli di TPU Cikadut Bandung, Ini Respon Ridwan Kamil

    "Kalau memang Redy tidak bersalah ya sudah saja kami akan hidupkan kembali untuk menjadi anggota PHL yang direkrut dengan mendapatkan honorarium bulanan," kata dia.

    Disinggung mengenai adanya tindakan diskriminatif oleh R, Bambang membantah hal tersebut. Menurutnya, R tidak melakukan hal itu saat hendak memakamkan ayah dari Yunita.

    "Isu mengenai diskriminatif muslim dan non muslim sebenarnya tidak ada. Itu tidak ada, toh TPU Cikadut diperuntukkan untuk semua orang. Dari Redi sendiri tidak ada statment itu," kata Bambang.

    (LDS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id