Angka Kemiskinan Kota Semarang Turun Berkat Sinergi dengan Kemensos

    M Studio - 14 Februari 2020 20:10 WIB
    Angka Kemiskinan Kota Semarang Turun Berkat Sinergi dengan Kemensos
    Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi mendampingi Mensos Juliari P Batubara, Dirjen PFM Kemensos Andi ZA Dulung, dan Vice President BNI Miun Fikri dalam penyaluran bantuan Sembako Murah di E-Warong Kube Mandiri, Jumat, 14 Februari 2020 (Foto:Dok)
    Semarang: Program bantuan sosial pangan memiliki andil besar dalam penurunan kemiskinan. Salah satunya di Kota Semarang, Jawa Tengah. Angka kemiskinan di Kota Semarang turun dari 4,15 persen menjadi 3,98 persen atau sekitar 65 ribu jiwa. 

    Hal itu dikatakan oleh Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi saat mendampingi Menteri Sosial (Mensos) Juliari P Batubara dalam penyaluran bantuan Sembako Murah di E-Warong Kube Mandiri, Jalan Pusponjolo Selatan Nomor 219 RT 02 RW 05 Kelurahan Bojongsalaman, Kecamatan Semarang Barat, Jawa Tengah, Jumat, 14 Februari 2020. Turut hadir pada kegiatan tersebut Dirjen Penanganan Fakir Miskin (PFM) Kemensos Andi ZA Dulung dan Vice President BNI Miun Fikri. 

    "Kami berterima kasih karena pemerintah pusat melalui Kementerian Sosial memberikan bantuan kepada 41.328 keluarga dalam bentuk BPNT (kini menjadi Sembako Murah), KUBE, dan e-Warong yang harapannya dapat semakin mengurangi angka kemiskinan,” ujar Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi.

    Angka Kemiskinan Kota Semarang Turun Berkat Sinergi dengan Kemensos

    Penurunan angka kemiskinan di Kota Semarang ini dapat dicapai berkat sinergi yang baik antara pemerintah pusat dan daerah, serta dukungan dari pihak terkait.

    Untuk semakin menekan angka kemiskinan, Kementerian Sosial (Kemensos) melakukan transformasi Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) menjadi Sembako Murah. Dalam program Sembako Murah, nominal bantuan ditingkatkan dari semula Rp110 ribu menjadi Rp150 ribu. Khusus untuk di Semarang, total bantuan dalam setahun sejumlah Rp74,4 miliar.

    Angka Kemiskinan Kota Semarang Turun Berkat Sinergi dengan Kemensos

    "Angka kemiskinan Kota Semarang ini setengah dari angka kemiskinan Nasional, maka dari itu Kemensos RI senantiasa mendukung,” ujar Mensos Juliari.

    Dalam kunjungan tersebut Mensos Juliari menyampaikan bahwa bantuan sembako dari Kementerian Sosial bersifat sementara. "Bantuan ini bersifat sementara ya, ibu, ibu. Jika nanti ibu ekonominya sudah membaik,  sudah tidak bisa dibantu. Nanti ada KUR (Kredit Usaha Rakyat) dari bank yang bisa membantu memberdayakan usaha ibu," ucap Mensos Juliari.

    Angka Kemiskinan Kota Semarang Turun Berkat Sinergi dengan Kemensos

    Dirjen PFM Andi ZA Dulung berharap dengan adanya tambahan bantuan dapat memenuhi kebutuhan masyarakat terutama pemenuhan gizi dan pada akhirnya mencapai hidup sejahtera.

    "Saya harap pencairan sembako dapat terus tersalurkan kepada masyarakat Indonesia," ucap Dirjen PFM Andi.



    (ROS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id