Berikut 5 Tahapan Uji Vaksin Covid-19 yang Dimulai Besok

    Roni Kurniawan - 10 Agustus 2020 20:07 WIB
    Berikut 5 Tahapan Uji Vaksin Covid-19 yang Dimulai Besok
    Ilustrasi. (Foto: Medcom.id)
    Bandung: Tim peneliti dari Fakultas Kedokteran Universitas Padjajaran (FK Unpad) Kota Bandung, Jawa Barat, akan memulai uji klinis vaksin covid-19 pada Selasa, 11 Agustus 2020. 

    Pakar Mikrobiologi Klinik FK Unpad, Surnayati Sudigdoadi, menjelaskan ada lima tahapan kunjungan atau visit yang dilakukan terhadap subjek dalam pengujian vaksin. Pada tahap pertama atau visit 0, subjek yang merupakan relawan akan diwawancara dan diberikan penjelasan soal tujuan uji klinis.

    "Relawan diberikan informasi, kegunaan, tujuan penelitian, dan penjelasan terkait vaksinasi. Lalu relawan harus menandatangani perjanjian. Salah satunya subjek tinggal di Bandung dan tidak berencana pindah selama minimal enam bulan," ujarnya, Senin, 10 Agustus 2020.

    Usai meneken persyaratan, relawan akan menjalani pemeriksaan fisik dan diambil sampel darah untuk dites usap. Pemeriksaan tersebut guna memastikan subjek tidak terpapar covid-19.

    "Setelah keluar hasil PCR-nya, dan hasilnya negatif (covid-19), lalu relawan tersebut sudah bisa menjadi subjek," lanjut dia.

    Baca juga: PAD Sumatra Selatan Tak Terganggu Pandemi Covid-19

    Tahapan kedua yakni visit 1, yaitu tiga hari setelah visit 0 subjek wajib datang kembali ke salah satu tempat uji klinis yang telah ditentukkan untuk mendapatkan suntikan vaksin atau placebo. Usai disuntik, relawan tidak diperkenankan langsung pulang, melainkan menunggu selama 30 menit untuk memastikan efek dari penyuntikan.

    "Pada beberapa orang yang memang sangat sensitif, pemberian suntik apa pun vaksinasi termasuk polio, terutama pada anak-anak, akan ada reaksi demam, itu biasa," kata Surnayati.

    Setelah disuntik placebo, dilakukan visit 2 yakni subjek kembali mendatangi tempat uji klinis pada rentang waktu 14 hari setelah penyuntikan vaksin pertama untuk mendapatkan vaksin kedua. Uji klinis vaksin memang mengharuskan minimal dua kali penyuntikan guna memastikan pembentukan antibodi pada subjek.

    "Lalu visit 3, subjek kembali datang ke tempat uji klinis untuk diperiksa dan memastikan ada atau tidaknya gejala. Kita akan bertanya-tanya kepada subjek, ada gejala apa selama ini. Subjek pun wajib untuk berterus terang bercerita apa yang dirasakan setelah dua kali disuntik," paparnya.

    Ketika memasuki tahapan kelima atau visit 4, usai dipantau selama enam bulan, subjek akan kembali diperiksa termasuk mengambil sampel darah guna melihat pembetukkan antibodi di dalam tubuh subjek. Visit 4 merupakan tahapan terakhir dari uji klinis guna memastikan vaksin untuk diteliti dan bisa digunakan secara massal.

    "Visit keempat ini untuk melihat sudah ada belum antibodinya. Jika ada berarti vaksinnya efektif, bagus, badan kita sudah punya antibodi. Diharapkan antibodi akan mengebalkan seseorang kalau misalnya ada paparan virus korona dia tidak akan terinfeksi," jelasnya.

    (MEL)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id