Kota Jayapura Waspada Kerajaan Fiktif

    Roylinus Ratumakin - 01 Februari 2020 17:27 WIB
    Kota Jayapura Waspada Kerajaan Fiktif
    Kapolres Jayapura Kota, AKBP. Gustav Urbinas. Medcom.id/Roylinus Ratumakin.
    Jayapura: Kapolres Jayapura Kota, AKBP Gustav Urbinas. mengatakan pihaknya terus melakukan pentauan terkait kemungkinan munculnya kerajaan-kerajaan fiktif seperti Keraton Agung Sejagat, Sunda Empire, dan King of The King. Dari pantauan Polres Jayapura Kota, tiga kerajaan fiktif tersebut belum ada di Kota Jayapura.

    "Dari pantauan kami di lapangan, sejauh ini belum ada pengikuti dari ketiga kerajaan fiktif tersebut termasuk belum ada yang melapor ke kami soal keberadaan pengikutnya," kata Urbinas, saat dikonfirmasi, Sabtu, 1 Februari 2020.

    Dari hasil monitoring Polres Jayapura Kota, apabila kajiannya menyangkut pidana, maka tidak menutup kemungkinan akan dilakukan proses hukum. Misalnya kejadian penipuan, pemerasan termasuk yang menyalani aturan terkait keberadaan sebuah organisasi sesuai dengan undang-undang Ormas.

    "Kami selalu mengawasi yang menyangkut agenda masyarakat. Sesuai dengan UU bahwa untuk setiap kegiatan kemasyarakatan harus mengurus ijin keramaian. Juga untuk badan atau organisasi harus terdaftar di Kesbangpol setempat," jelas Urbinas.

    Hasil penelitian Polres Jayapura Kota, kata Urbinas, ada beberapa organisasi yang belum resmi perlu melakukan klarifikasi dari surat-surat yang diajukan ke Polresta untuk berkegiatan atau berorganisasi.

    "Sejauh ini belum ada laporan masyarakat terkait dengan adanya kerajaan fiktif tersebut. Namun kami juga mempunyai tugas pokok dan fuksi monitor daripada perkembangan yang ada di masyarakat, baik secara perorangan maupun instansi," ungkap Urbinas.

    Terkait dengan kerajaan fiktif tersebut, dirinya mengakui bahwa ada intruksi dari Mabes Polri untuk setiap kota selalu memonitor perkembangan atau fenomena yang terjadi di tengah masyarajat. Jika ada potensi dan indikasi maupun informasi maka dilakukan langkah-langkah untuk menanganinya.

    "Jangan muda tertarik atau mengikuti kelompok dengan iming-iming seperti harta atau jabatan dalam sebuah organisasi. Harus cepat dan jangan sampai terkecoh," pungkas Urbinas.



    (DEN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id