Buron Penyelundup 120 WN Sri Lanka Ditangkap di Bogor

    Medcom - 18 Maret 2020 12:47 WIB
    Buron Penyelundup 120 WN Sri Lanka Ditangkap di Bogor
    Kabareskrim Komjen Pol Listyo Sigit. MI/Andri Widiyanto
    Bogor: Pelaku penyelundupan 120 warga negara Sri Lanka, kembali ditangkap oleh Subdit III Direktorat Tindak Pidana Umum Badan Reserse Kriminal (Dittipidum Bareskrim) Polri. Pelaku Edumpiah Niranjan ditangkap di sebuah rumah di Desa Pasir Kuda, Bogor Barat, Selasa, 17 Maret 2020.

    Kepala Bareskrim Polri, Komjen Listyo Sigit Prabowo, menjelaskan Edumpiah berasal dari Sri Lanka. Dia ditangkap atas pengembangan dari dua pelaku yang ditangkap sebelumnya, yakni Lizar alias Rizal di Batam dan tersangka Juan Avel di Bekasi.

    "Berdasarkan hasil pemeriksaan para tersangka, ternyata bertambah ada lima pelaku lagi yang masuk dalam daftar pencarian orang (DPO). Saat ini, pelaku yang buronan masih dalam pengejaran anggota di lapangan," kata Listyo melalui keterangan tertulisnya, Rabu, 18 Maret 2020.

    Baca: Penyelundup 120 WN Sri Lanka Ditangkap di Bekasi

    Sementara Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri, Brigjen Ferdy Sambo mengatakan, Edumpiah berperan sebagai donatur dalam kasus penyelundupan 120 WN Sri Lanka. Uan diberikan kepada tersangka Juan Avel yang sudah ditangkap di Bekasi.

    “EN memberikan uang sebesar Rp150 juta kepada pelaku Juan Avel,” kata Ferdy.

    Uang digunakan untuk membayar kapal yang mengangkut 120 orang dari Pelabuhan Ratu, Indonesia menuju Pulau Reunion, Prancis.

    “EN juga penghubung dari tersangka Susi Karan (selaku pengendali imigran WNA Sri Lanka) yang berada di Australia, dan tersangka Sati Silent yang ada di Bali (masih DPO),” ujar Ferdy.

    Sebelumnya, Bareskrim menangkap pelaku Rizal sebagai perekrut utama dua orang ABK dalam kasus penyelundupan manusia terhadap 120 orang warga negara Sri Lanka di Pelabuhan Tanjung Balai Karimun, Kepulauan Riau pada Selasa 10 Maret 2020.

    Rizal diketahui perannya sebagai perekrut utama dua orang ABK, yakni M. Aziz dan Haryanto. Rencananya, 125 orang warga negara Sri Lanka ini akan dibawa ke Pulau Reunion, Perancis.

    Selanjutnya, Juan Avel alias Toni di Titian Indah Bekasi, Kota Bekasi, Jawa Barat pada Kamis, 12 Maret 2020. Peran Juan sebagai pembeli dan penyedia kapal yang dipakai untuk bawa 120 WNA Sri Lanka ke Pulau Paris.

    Selain itu, Juan juga sebagai penyedia bahan bakar kapal dan persediaan makanan selama perjalanan dari Pelabuhan Ratu ke Pulau Reunion, Perancis. Kemudian, Juan yang membayar gaji atau upah dua orang ABK, yakni M. Aziz dan Haryanto.

    Atas perbuatannya, pelaku disangkakan melanggar Pasal 120 Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang keimigrasian dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara dan pidana denda paling banyak Rp 1,5 miliar.




    (ALB)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id