Berita Sepekan Daerah, Larangan Mudik Hingga Sanksi Pelanggar PSBB

    Whisnu Mardiansyah - 25 April 2020 14:50 WIB
    Berita Sepekan  Daerah, Larangan Mudik Hingga Sanksi Pelanggar PSBB
    Ilustrasi: Medcom.id
    Jakarta: Dalam sepekan terakhir berbagaai daerah di Indonesia mulai menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) mulai dari wilayah Bandung Raya hingga Surabaya Raya sama-sama telah menerapkan kebijakan ini. Nyatanya penerapan PSBB belum sepenuhnya ditaati masyarakat.

    Berbagai upaya persuasif telah dilakukan pemerintah agar warga mentaati aturan PSBB. Sanksi ringan seperti push up di tempat dan berbalik arah diberikan petugas. Bahkan, beberapa daerah mengancam sanksi pidana ringan bagi warga yang melanggar. Hal ini semata untuk menekan penyebaran pandemi covid-19 (korona) yang sudah merata ditemukan di semua 34 provinsi di Indonesia.

    Per Jumat 24 April pemerintah pusat melalui Presiden Joko Widodo resmi mengeluarkan kebijakan laraangan mudik Lebaran bagi warga. Berbagai daerah pun mulai menerapkan kebijakan menindaklanjuti instruksi presiden itu. Mulai dari menyekat daerah perbatasan hingga melarang angkutan penumpang beroperasi seperti terminal bus. 

    Berikut berita sepekan daerah 20-25 April 2020 yang dirangkum Medcom.id

    1. PSBB di Bandung Raya

    PSBB di Bandung Raya mulai diberlakukan Rabu, 22 April kemarin. Hari pertama PSBB nyatanya masih banyak warga yang melanggar dan belum memahami penerapan PSBB. Polrestabes Bandung telah mengeluarkan ratusan blanko teguran kepada pelanggar.
     
    "Polisi telah menindak ratusan pelanggaran. Selain memberi edukasi, pelanggar juga ditindak dengan sanksi administratif berupa pemberian blanko catatan pelanggaran," kata Kapolrestabes Bandung, Kombes Ulung Sampurna Jaya, di Pasteur, Kota Bandung.

    Gugus Tugas Covid-19 Kota Bandung, Jawa Barat, belum akan menjatuhkan sanksi kepada pelanggar pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Hari pertama pemberlakuan PSBB difokuskan pada sosialisasi.

    Baca selengkapnya di sini: 
     

    2. Tindak Tegas Kendaraan Angkut Pemudik

    Larangan mudik oleh pemerintah pusat ditindaklanjuti oleh sejumlah pemerintah daerah. Pemerintah daerah sudah ancang-ancang menyiapkan sanksi kepada perusahaan otobus yang nekat membawa pemudik usai larangan ini. Terminal titik keberangkatan pemudik dan pool-pool bus diawasi agar tidak mengangkut penumpang setelah larangan ini. 

    Pemerintah Kota Tangerang Selatan misalnya, meminta seluruh Perusahaan Otobus (PO) yang beroperasi di Tangsel tidak mengangkut pemudik. Hal itu sesuai instruksi dari Presiden Joko Widodo melarang warga untuk mudik.
     
    "Kita sudah sosialisasi sejakPSBB kemarin, kita minta PO-PO bus, tidak mengangkut mudik," jelas Wakil Wali Kota Tangsel, Banyamin Davnie, Selasa 21 April 2020.

    Pemerintah Kota Tangerang pun memantau pergerakan kendaraan keluar masuk Kota Tangerang. Ada 48 cek poin di jalan nasional, provinsi, kota, dan jalan lingkungan dipantau mencegah warga yang nekat mudik.
     
    Baca selengkapnya di sini: 
     

    3. Operasional Penerbangan Komersial Dihentikan

    Sejak pemerintah resmi melarang mudik, Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan resmi menghentikan aktivitas penerbangan komersial di sejumlah bandara. Bandara-bandara yang ditutup antara lain, Bandara Internasional Soekarno Hatta, Bandara Sultan Hasanuddin Makassar, Bandara Internasional Lombok Praya Nusa Tenggara Barat dan Bandara Juanda Surabaya.

    Penghentian penerbangan komersial ini sempat membuat calon penumpang di sejumlah bandara terkatung-katung. Mereka diberikan pilihan untuk menjadwalkan ulang penerbangan atau pengembalian uang tiket (refund). 

    Namun, untuk aktivitas penerbangan yang mengangkut logistik, tamu kenegaraan masih diperbolehkan beroperasi. 

    Baca selengkapnya di sini: 
     

    4. Imbauan Ibadah Ramadan di Rumah

    Pandemi covid-19 (korona) memaksa semua kegaiatan yang bersifat mengumpulkan massa dihindari. Tak terkecuali kegiatan ibadah di bulan suci Ramadan. Bererapa daerah telah mengeluarkan kebijakan agar semua kegiatan Ramadan dilakukan di rumah masing-masing. 

    Seperti kegiatan salat Tarawih, buka puasa bersama dan kegiatan-kegiatan keagamaan lainnya di masjid yanhg biasa rutin diadakan selama Ramadan. Pemerintah pun mengakali kegiatan keagamaan bisa dilakukan lewat virtual atau daring.

    Seperti yang dilakukan Pemerintah Provinsi Jawa Timur menyiapkan berbagai kegiatan Ramadan selama pandemi virus korona (covid-19). Kegiatan dilakukan secara daring.
     
    "Pertama, kita akan melakukan Megengan (tasyakuran menyambut Ramadan) dengan online. Nanti kita mulai jam 16.00 WIB dengan Bupati Pamekasan, Jombang, Madiun, Trenggalek dan Bupati Lumajang," kata Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Rabu malam, 22 April 2020. 

    Baca selengkapnya di sini: 
     

    5. Profesor di Sumsel Klaim Temukan Antivirus Covid-19

    Dalam sepekan terakhir pun, dihebohkan oleh temuan profesor asal Sumatra Selatan bernama Faisal Rizal yang mengeklaim menemukan antivirus untuk mengobati covid-19 (korona). Antivirus tersebut merupakan produk gula yang diketahui menggunakan light technologi.
     
    “Antivirus covid-19 itu berupa produk gula yang saat ini sudah menyembuhkan pasien positif virus korona dalam kurun waktu tidak lebih dari lima hari,” kata Faisal, Rabu 22 April 2020.
     
    Faisal mengatakan cara kerja gula anti virus temuannya tersebut mampu memecah protein menjadi asam amino sehingga diklaim bisa memprecepat pencegahan dan pengobatan covid-19. Pasalnya, virus korona ini berpantangan jika diberi protein.

    Baca selngkapnya di sini:
     

    6. Pasien Positif Covid-19 di Cirebon Melahirkan

    Dalam sepekan terakhir pun, diberitakan seorang pasien positif covid-19 di Cirebon melahirkan. Kondisi si ibu dan bayinya dilaporkan dalam kondisi sehat dan tanpa gelaja meski sang ibu terinfeksi covid-19.

    Si ibu sendiri diketahui bekerja di Jakarta. Sehingga memungkinkan tertular di Jakarta. Menurutnya, kondisi pasien tidak mengalami gejala, hasil rontgen juga tidak ada gambaran flek, hasil laboratorium bagus serta tidak panas dan demam. Sehingga saat itu, dinyatakan bisa berobat jalan.

    Baca selengkapnya di sini: 
     

    7. KKB di Papua Kembali Beraksi di Tengah Pandemi Covid-19

    Aksi kekerasan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua tak mengenal kondisi dan situasi, meski kini Papua pun ditetapkan status tanggap darurat covid-19. KKB menyerang truk trailer pengangkut logistik PT Freeport Indonesia yang tengah melintas di Mile 60, Distrik Tembagapura, Papua, ditembak Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB), Jumat, 24 April 2020. Akibatnya, kaca ketiga truk pecah.
     
    "Kejadiannya sekitar pukul 09.40 WIT bertempat di Mile 60 dekat Pos Pengamanan dan area RPU 47, Distrik Tembagapura. Tidak ada korban dalam kejadian itu, hanya saja ketiga truk trailer itu kacanya pecah terkena tembakan," kata Kapolres Mimika, AKBP IGG Era Adhinata.

    Ketiga truk trailer yang tertembak dan mengalami pecah kaca bernomor lambung 1236, 894, dan 1026.

    Baca selengkapnya di sini: 
     

    (WHS)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id