Adam Djuje Bantah Catut Nama Gories Mere

    06 Februari 2018 08:18 WIB
    Adam Djuje Bantah Catut Nama Gories Mere
    Ilustrasi. MI/John Lewar
    Manggarai Barat: Adam Djuje membantah membawa nama staf khusus Presiden Joko Widodo, Gories Mere dan wartawan senior Karni Ilyas dalam mengajukan permohonan penerbitan sertifikat hak milik (SHM) lahan. Djuje beberapa kali mengajukan permohonan (SHM) lahan seluar 30 hektar di Kelurahan Labuanbajo, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat.

    "Bahwa tidak benar tanah yang dimohonkan pensertifikatannya atas nama Gories Mere, Karni Ilyas dan Muhammad Acyar adalah tanah seluas 30 Hektar sebagaimana diberitakan," kata Gabriel Mahal, kuasa hukum Adam Djuje dalam keterangan tertulisnya, Selasa, 6 Februari 2018.

    Gabriel menjelaskan, sampai saat ini pihaknya belum pernah mengajukan permohonan penerbitan sertifikat tanah seluas 30 hektar itu ke Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) di Labuan Bajo. "

    Yang kami mohonkan pensertifikatan tanah tersebut adalah bidang tanah yang berasal dari tanah warisan dari sembilan ahli waris Tengku Daeng Malewa yang terletak di luar tanah yang diklaim klien kami, H. Adam Djuje," bebernya.

    Gabriel melanjutkan, bukti-bukti hak waris atas tanah tersebut dari para ahli waris tercantum dalam berkas permohonan yang diajukan ke Kantor BPN Labuan Bajo.

     Gabriel menegaskan, Gories Mere dan Karni Ilyas, berdasarkan perjanjian jual beli tanah seluas 0,4 hektar, mengajukan permohonan persertifikatan tanah tersebut dengan syarat apabila ternyata di kemudian hari tanah bermasalah dan tidak dapat dilakukan pensertifikatan, maka perjanjian jual beli tersebut batal.

    "Saudara M. Achyar diberikan kuasa untuk mengurus pensertifikatan tanah tersebut. Pengajuan permohonan pensertifikatan tanah tersebut dilakukan saudara M Achyar sesuai dengan peraturan perundang-undangan pendaftaran tanah," ujarnya.

    Gabriel melanjutkan, permohonan diajukan pada 21 November 2017. Kala itu merupakan penyerahan berkas yang pertama dan telah diterima BPN. Berkas lalu diverifikasi dan dikembalikan dengan lembar kendali disertai catatan yang harus dilengkapi.

    "Kedua, setelah catatan-catatan dilengkapi, pada tanggal 31 Januari 2018, Achyar kembali mengajukan  berkas dan diterima BPN untuk tahap verifikasi data.
     
    Demikian klarifikasi ini kami sampaikan," ujarnya. 

    Sampai berita ini dibuat, Gories Mere masih belum bisa dihubungi guna dikonfirmasi.

    Baca Juga: Gories Mere dan Karni Ilyas Terlibat Sengketa Tanah di Labuanbajo



    (AGA)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id