comscore

Khofifah Klaim Penurunan Kemiskinan di Jatim Tertinggi Nasional

Amaluddin - 19 Januari 2022 17:23 WIB
Khofifah Klaim Penurunan Kemiskinan di Jatim Tertinggi Nasional
Ilustrasi pemukiman kumuh di pinggiran kota - - Foto: dok MI
Surabaya: Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ada sebanyak 4,25 juta warga Jawa Timur miskin pada 2021. Angka itu menurun 313,13 ribu jiwa dari 4,57 juta warga miskin sebelumnya.

"Penurunan angka kemiskinan Jatim mampu berada di posisi tertinggi se-Indonesia, sepanjang periode Maret hingga September 2021," kata Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa, di Surabaya, Rabu, 19 Januari 2022.
Baca: Ekonomi Pelaku Usaha Terbantu Program Kampus Merdeka Jokowi

Khofifah menjelaskan dengan penurunan kemiskinan tertinggi se-Indonesia Jatim mampu berkontribusi terhadap penurunan angka kemiskinan nasional sebesar 30,13 persen. Secara nasional, penurunan angka kemiskinan mencapai 1,03 juta jiwa dari total penduduk miskin di Indonesia mencapai 26,5 juta jiwa.

Menurutnya capaian ini patut disyukuri di tengah berbagai tekanan yang terjadi akibat gelombang kedua pandemi covid-19. Terlebih, penurunan angka kemiskinan ini juga diikuti dengan menipisnya disparitas angka kemiskinan di perkotaan dan pedesaan.

Di perdesaan penurunan angka kemiskinan terjadi dari 15,05 persen menjadi 13,79 persen atau terkoreksi minus 1,26 poin. Sedangkan di perkotaan, angka kemiskinan turun dari 8,38 persen menjadi 7,99 persen atau terkoreksi minus 0,39 persen.  

Dengan penurunan angka kemiskinan di perdesaan dan perkotaan, Khofifah menegaskan, disparitas angka kemiskinan pun semakin mengecil antara keduanya. Yakni turun dari 6,67 persen pada Maret 2021 menjadi 5,8 persen pada September 2021.

"Penurunan angka kemisikinan di perkotaan ini patut kita syukuri bersama. Sebab tahun lalu mulai Maret 2020 sampai Maret 2021,angka kemiskinan di perkotaan ini terus mengalami peningkatan meski kemiskinan di perdesaan sempat mengalami penurunan," jelasnya.

Khofifah menjelaskan penurunan angka kemiskinan di Jatim juga diikuti dengan penurunan indeks kedalaman kemiskinan (P1) kemiskinan dari 1,841 pada Maret 2021 menjadi 1,576 pada September 2021. Sedangkan indeks keparahan (P2) kemiskinan turun dari 0,429 pada Maret 2021 menjadi 0,327 pada September 2021.

Menurut dia penurunan angka kemiskinan juga selaras dengan menurunnya ketimpangan berdasarkan indeks gini ratio. Pada periode yang sama, gini ratio Jatim turun 0,010 poin dari 0,374 menjadi 0,364. Seperti halnya angka kemiskinan, gini ratio di perdesaan dan perkotaan juga sama-sama mengalami penurunan.

Gini ratio di perkotaan turun dari 0,387 persen menjadi 0,379 persen. Sedangkan gini ratio di perdesaan menurun dari 0,324 persen menjadi 0,319 persen. "Capaian yang telah baik ini harus terus diikhtiari dengan sungguh-sungguh untuk mengupayakan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Sehingga, gini ratio akan terus menipis dan mengurangi ketimpangan pengeluaran masyarakat,” ujarnya.

(DEN)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id