comscore

Gubernur Jateng Ingin Data Vaksin Lebih Detail

Antara - 16 Januari 2022 15:36 WIB
Gubernur Jateng Ingin Data Vaksin Lebih Detail
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo/Istimewa
Semarang: Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, menginginkan pendataan vaksin yang lebih detail. Hal tersebut merespons laporan vaksin kedaluwarsa yang ternyata sudah digunakan sebelum habis jangka waktunya.

Baca: Pemerintah Pusat dan Daerah Diminta Perbaiki Tata Kelola Distribusi Vaksin
“Kemarin sudah dilaporkan ke kita ada yang telat memasukkan (data vaksin) ke aplikasi smile, jadi sebenarnya sudah habis, tapi memang ada yang belum habis. Maka kami minta per hari ini semua diklarifikasi semua, ini sudah habis benar atau belum tercatat,” kata Ganjar melalui keterangan tertulis, Minggu, 16 Januari 2022.

Dia mengingatkan pemerintah daerah di Jawa Tengah selalu memasukkan data vaksin yang telah digunakan ke aplikasi smile. Sehingga, tak ada lagi temuan vaksin kedaluwarsa.

Menurut Ganjar,  temuan vaksin kedaluwarsa pada Kamis, 13 Januari 2022 tak sepenuhya benar. Karena usai diklarifikasi, jumlah vaksin kedaluwarsa berkurang, karena banyak vaksin telah disuntikkan.

Ganjar telah berkomunikasi dengan Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) terkait kelayakan vaksin tersebut. “Vaksin sudah dikumpulkan, kita minta ke BPOM apakah kalau tanggal kedaluwarsa pada tanggal itu betul-betul vaksin tidak bisa digunakan atau masih ada jeda,” kata dia.

Menurut Ganjar, pihaknya bakal menyusun strategi pemanfaatan vaksin sesuai rekomendasi BPOM. Jika masih bisa digunakan, maka vaksin bakal digunakan untuk boosting.

“Kalau masih ada jeda kita manfaatkan, toh sekarang ada kebijakan boosting, kita bisa boosting buat yang lain. Eman-eman kalau tidak,” ujar dia.

Ganjar menyebut ada 4.350 dosis vaksin kedaluwarsa di delapan daerah Jateng per 13 Januari 2022. Rinciannya ialah 2.270 dosis di Pemalang, 1.290 dosis di Purworejo, 350 dosis di Magelang, 250 dosis di Salatiga, 120 dosis di Brebes, 40 dosis di Tegal, 20 dosis di Klaten, dan 10 dosis di Jepara.

“Ini sudah ada yang konfirmasi umpama yang Purworejo, fisiknya sudah selesai tapi update di smile belum. Saya minta ditanyakan satu-satu. Jangan sampai banyak-banyak yang kedaluwarsa, jangan sampai puluhan ribu,” kata Ganjar.

(ADN)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id