comscore

Penambang Pasir Lereng Merapi Diminta Patuhi Peringatan Dini Cuaca

Antara - 05 April 2022 11:06 WIB
Penambang Pasir Lereng Merapi Diminta Patuhi Peringatan Dini Cuaca
ilustrasi Gunung Merapi.
Sleman: Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman meminta penambang pasir di aliran sungai berhulu Gunung Merapi mematuhi peringatan dini terkait perkembangan cuaca musim pancaroba. Sebab, lokasi tersebut berpotensi terjadi banjir lahar hujan.

"Saat ini masih banyak material di wilayah atas Gunung Merapi, dan bila terjadi hujan deras di puncak berpotensi banjir hujan di aliran sungai-sungai berhulu Merapi," kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sleman Makwan di Sleman, Selasa, 5 April 2022.
Ia menyampaikan banjir lahar hujan atau banjir lahar dingin yang membawa hanyut material vulkanis Gunung Merapi tersebut relatif aman. Dengan catatan, masyarakat tidak beraktivitas di aliran sungai tersebut.

"Kondisi tanggul dan dam penahan banjir di sungai-sungai berhulu Merapi saat ini masih mampu menampung material yang terbawa banjir," ujar Makwan.

Ia mengatakan banjir lahar beberapa kali menerjang dan menimbun kendaraan angkutan material maupun alat-alat penambangan. Hal tersebut disebabkan mereka terlambat mengabaikan peringatan dini.

"Kadang para penambang dan armadanya terlambat naik, alat berat dan penambang masih berada di aliran sungai, sehingga saat berusaha naik terlanjur diterjang banjir lahar hujan," jelas dia.

Makwan mengatakan adanya peringatan dini sering diabaikan oleh masyarakat yang beraktivitas di aliran sungai berhulu Merapi.

Baca: Awan Panas Gunung Merapi Masih Mengancam

"Yang sering menjadi alasan karena 'tanggung' dan melanjutkan aktivitas penambangan material. Padahal, sudah ada peringatan dini dan laju kecepatan banjir juga tidak dapat diprediksi," katanya.

Ia mengatakan selama ini pihaknya juga kesulitan untuk mengumpulkan dan memberikan edukasi kepada para penambang material Merapi. Hal ini dikarenakan banyak dari mereka berasal dari luar Sleman.

"Kalau penduduk setempat di lereng Gunung Merapi kami sudah familiar, dan mudah untuk sosialisasi," ucap dia.

Sebelumnya, stasiun Meteorologi, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Yogyakarta menyebutkan saat ini seluruh wilayah DIY termasuk wilayah Kabupaten Sleman masuk dalam periode musim peralihan (pancaroba). Kondisi ini diperkirakan berlangsung antara Maret hingga Mei 2022.

"Perlu diwaspadai pada musim ini ada peningkatan potensi terjadinya bencana hidrometeorologi," kata Kepala Stasiun Meteorologi BMKG Yogyakarta Warjono.

Bencana hidrometeorologi seperti hujan es, angin kencang, angin puting beliung, dan hujan lebat.

"Wilayah Kabupaten Sleman termasuk area yang dilanda cuaca ekstrem. Lokasi Kabupaten Sleman yang berada di lereng Gunung Merapi menjadikannya sebagai wilayah yang mendukung untuk tumbuh dan berkembangnya awan konvektif seperti Cumulunimbus," ucap Warjono.

(NUR)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id