comscore

Fenomena Warga Kampung Miliarder Tuban Jatuh Miskin, Ini Kata Kades

Amaluddin - 28 Januari 2022 14:36 WIB
Fenomena Warga Kampung Miliarder Tuban Jatuh Miskin, Ini Kata Kades
Belasan mobil yang dibeli warga Desa Sumurgunung, Kecamatan Jenu, Tuban, Jawa Timur (Foto/ Clicks.id)
Surabaya: Informasi warga Desa Sumurgeneng, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, yang dikabarkan mendadak miskin ternyata hoaks. Desa itu sebelumnya disebut sebagai "Kampung Miliarder", setelah ratusan warganya mendapat uang ganti rugi lahan dari Pertamina hingga miliaran rupiah.

"Tidak benar kalau warga diberitakan semakin miskin. Warga saya masih baik-baik saja, kalau tidak percaya bisa datang ke sini (Sumurgeneng), melihat langsung kondisi rumah dan mungkin ada peningkatan dari yang sebelumnya," kata Kepala Desa Sumurgeneng, Gianto, dikonfirmasi, Jumat, 28 Januari 2022.
Gianto menyayangkan adanya pemberitaan yang menyebut warganya mendadak miskin. Padahal, menurut Gianto, kehidupan warga Sumurgeneng masih kondusif, tidak berubah setelah mendadak menjadi miliarder.

"Kalau memang ingin tau langsung, monggo datang langsung aja ke Sumurgeneng," ujarnya.

Baca: Menyesal dan Demo setelah Harta Habis, Kades di Kampung Miliarder Tuban Beri Penjelasan

Gianto juga membantah banyak warga Sumurgeneng menjadi pengangguran usai menjual tanah mereka ke Pertamina. Gianto menilai pemberitaan tersebut kurang tepat dengan kondisi warganya.

Sebaliknya, kata Gianto, warganya justru tambah kaya setelah mendapat ganti rugi dari Pertamina. Karena tanah warga yang di luar desa itu lebih luas, misalnya yang semula hanya punya tanah 1 hektare, kini punya 2 hektar. 

"Bahkan uang ganti rugi dari Pertamina masih ada sisa meski telah dibelikan tanah di desa lainnya. Nah, sisa uangnya itu yang lalu dibelikan rumah, bayar utang, atau beli mobil," katanya. 

Menanggapi terkait adanya aksi unjuk rasa beberapa waktu lalu, Gianto menyebut warganya menagih janji Pertamina untuk memprioritaskan warga lokal sebagai pekerja. Di Desa Sumurgeneng sendiri ada 67 orang warga yang telah diterima kerja di PT Pertamina Rosneft Pengolahan dan Petrokimia (PRPP).

"Wajar kalau ada yang belum masuk ini minta kerjaan. Karena orang ya harus bekerja, kita kan kalau bisa jangan nganggur," ujarnya.

Terkait aksi unjuk rasa tersebut, Gianto menilai ada salah paham antara warga dengan pihak Pertamina. Informasi lowongan kerja di Pertamina Rosneft itu disebutnya sempat menyebar ke masyarakat umum. Padahal lowongan tersebut sejatinya disediakan untuk warga enam desa terdampak di Tuban, yakni Desa Wadung, Mentoso, Rawasan, Sumurgeneng, Beji, dan Kaliuntu.

"Menurutku karena kurang koordinasi saja, khawatirnya nanti enam desa ini diisi dari luar ring, sementara di ring kan masih butuh pekerjaan. Intinya kami minta diprioritaskan aja," katanya. 

(WHS)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id