comscore

Fisik Sehat, Kejiwaan Tersangka Aborsi 7 Janin Didalami

Antara - 14 Juni 2022 15:51 WIB
Fisik Sehat, Kejiwaan Tersangka Aborsi 7 Janin Didalami
Sejumlah jurnalis bersiap meliput rilis kasus di halaman kantor Polrestabes Makassar, Sulawesi Selatan. ANTARA/Darwin Fatir.
Makassar: Penyidik Polrestabes Makassar mendalami kejiwaan wanita berinisial NM, 29, terkait kasus dugaan aborsi tujuh janin yang disimpan dalam botol minuman di rumah kontrakannya di Jalan Balangturungan, Kecamatan Biringkanaya, Makassar, Sulawesi Selatan, pada Sabtu, 4 Juni 2022.

"Saat ini masih berlangsung proses pemeriksaan kejiwaan oleh psikiater dengan Biddokes Polda Sulsel, sekalian nanti pengambilan sampel DNA, baik tersangka laki-laki maupun perempuan dan tujuh janin tersebut," ujar Kepala Satuan Reskrim Polrestabes Makassar, AKBP Reonald Simanjuntak, di Makassar, Selasa, 14 Juni 2022.
Ia menjelaskan, hasil pemeriksaan kejiwaan nantinya tergantung kondisi tersangka dan bukan psikiater, karena memeriksa kejiwaan itu diperlukan ketenangan serta dilihat kondisi. Tapi tidak bisa memaksakan secara cepat untuk mendapatkan hasil maksimal.

"Sejauh ini, sudah dua orang ditetapkan tersangka yakni perempuan NM dan pasangannya SP, 30. Keduanya telah menjalani pemeriksaan kejiwaan. Dari pengamatan fisik, mereka dalam keadaan sehat," terang Reonald.

Baca juga: Dikira Boneka, Warga Jombang Geger Penemuan Mayat Bayi Bercampur Sampah

Sedangkan untuk pencocokan DNA (deoxyribonucleic acid), sementara ini berproses, mengingat ada beda pendapat antara tersangka NM bahwa tujuh janin itu hasil hubungan gelapnya dengan tersangka SP. Tetapi, SP menyangkal dan sepengetahuannya hanya empat janin dari hubungan itu.

"Tapi itu kan tanpa sepengetahuan dia. Sampai saat ini tetap empat dan tujuh (janin). Makanya, kita harus melakukan tes DNA apakah benar tujuh janin tersebut hasil dari hubungan mereka berdua," ungkap dia.

Meski demikian, dari pemeriksaan awal dari keterangan pelaku perempuan tidak pernah ada ancaman, begitu pula dari pihak laki-laki. Keduanya memang sepakat melakukan pelanggaran aborsi.

"Jadi sama-sama mereka memutuskan untuk melakukan aborsi itu dan sama-sama sepakat menyimpan bayi itu di dalam boks (botol minum) hingga mereka akan menikah seperti yang dijanjikan, tetapi tidak terlaksana," tutur Reonald.

Baca juga: Tersangka Penyimpan 7 Janin Terancam Pasal Berlapis

Saat ditanyakan dalam kasus ini apakah ada pendampingan dari Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Makassar, kata dia, sejak awal kasus ini mencuat sudah didampingi tim DP3A. Soal pengakuan aborsi dilakukan ditempat berbeda sejak 2012, ia pun membenarkan.

"Benar. Jadi, di kos-kosan mereka. Sebenarnya itu kos-kosan laki-laki, bukan yang perempuan. Jadi pelaku perempuan ini numpang di kosnya laki-laki. Tapi nanti kita lihat bagaimana rekonstruksinya karena kita belum lakukan itu," paparnya.

Sebelumnya, Operator Forensik Biddokes Polda Sulsel dr Deni Mathius menjelaskan, dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) oleh tim Doksit di tempat temuan janin tersebut, awalnya dinilai satu janin. Namun, dalam pemeriksaan dan pengembangan di ruang forensik ternyata ditemukan ada tujuh yang sudah menjadi kerangka.

"Bahkan ada yang memang sudah hancur terurai. Jadi perkiraan paling besar enam sampai tujuh bulan (usia janin). Kan ada di bawah tiga bulan, karena sudah hancur," ungkap dokter Deni menjelaskan.

Saat ditanyakan berapa masa janin itu disimpan sampai membusuk, kata Deni, merujuk kondisi kerangka serta hasil pemeriksaan kemungkinan kurang lebih enam bulan tersimpan di tempat itu.

(MEL)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id