comscore

Khofifah Usulkan 20 Desa Devisa Tahun Ini

Amaluddin - 16 Februari 2022 13:01 WIB
Khofifah Usulkan 20 Desa Devisa Tahun Ini
Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa. Foto: Medcom
Surabaya: Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa optimistis desa-desa yang ada di Jatim memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai desa devisa. Khofifah mengusulkan 20 desa devisa ke Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) untuk tahun ini.

Desa Devisa sebagai program pendampingan berbasis pengembangan masyarakat atau komunitas. Desa devisa ini diharapkan bisa menjadi penyokong kesejahteraan masyarakat desa.
Dalam program ini, desa yang memiliki produk unggulan dengan orientasi ekspor berkesempatan mengembangkan potensinya. Akses terhadap pasar yang lebih luas dan pendampingan pengolahan produk diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan ekonomi, sosial, dan lingkungan masyarakat.

"Sekarang kita mendapatkan kuota 15 Desa Devisa. Tetapi saat ini yang telah siap ada 20 desa. Kita akan mengajukan semua," kata Khofifah, Rabu, 16 Februari 2022.

Kabupaten Madiun ada dua desa yang diusulkan jadi Desa Devisa, yakni Candimulyo, Kecamatan Dolopo dengan Kampung Batiknya dan Kecamatan Kare. Kecamatan Kare merupakan produsen kopi di lereng gunung Wilis.

"Saya berharap bahwa akan ada potensi yang oleh Pak Bupati di-endorse untuk kita usulkan menjadi Desa Devisa," ujarnya.

Pada Oktober tahun 2021, lanjut Khofifah, baru tiga desa yang sudah disetujui LPEI dan sudah mendapatkan penguatan sebagai Desa Devisa. Ketiga Desa tersebut berada di Kabupaten Gresik, Sidoarjo, dan Banyuwangi.

Baca: Mentan Lepas 13 Ton Suplemen Pakan Hewan ke Denmark

"Kita memang harus hunting terus untuk desa-desa di Jatim yang potensial menjadi Desa Devisa. Pemprov Jatim di sini turun dan melakukan asesmen sendiri, untuk selanjutnya asesmen oleh LPEI Pusat dan penentuannya ada pada LPEI. Dan dua desa di Kabupaten Madiun ini sekiranya telah memenuhi kriteria yang diberikan oleh LPEI, minimal tahun ini ada satu yang masuk," katanya.

Adapun kriteria untuk Desa Devisa ialahmemiliki produk hasil ciptaan sendiri. Lalu, harus punya keunikan dan punya pasar ekspor.

"Terakhir, harus dilakukan oleh banyak orang di satu desa, dan disertai kelembagaan kelompok yang mendukung. Saya rasa ini sudah memenuhi kriteria itu," ujarnya.

(NUR)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id