Tersangka Kericuhan di Malang Mengaku Tak Paham UU Omnibus Law

    Daviq Umar Al Faruq - 13 Oktober 2020 18:01 WIB
    Tersangka Kericuhan di Malang Mengaku Tak Paham UU Omnibus Law
    ilustrasi Medcom.id
    Malang: Polresta Malang Kota menetapkan satu tersangka buntut kericuhan yang terjadi saat aksi tolak Undang-Undang Cipta Kerja (UU Ciptaker) di Kota Malang, Jawa Timur, Kamis, 8 Oktober 2020. Tersangka berinisial AN, 21, warga Wagir, Kabupaten Malang.

    Kasatreskrim Polresta Malang Kota, AKP Azi Pratas Guspitu, mengatakan tersangka diketahui meluapkan kekesalannya bukan karena alasan penolakan UU Cipta Kerja.

    "Dia tidak paham (Omnibus Law) dan mengaku tidak tahu terkait apa demonstrasinya. Cuma karena emosi dan diluapkanlah (dengan merusak bus polisi)," kata Azi saat dikonfirmasi, Selasa, 13 Oktober 2020.

    Baca: DPR Jamin Tak Susupkan Pasal di Finalisasi UU Ciptaker

    AN ditetapkan sebagai tersangka lantaran terlibat dalam perusakan bus milik Polres Batu saat aksi berlangsung. AN mengaku hanya menyimpan rasa kesal kepada polisi dan beraksi tanpa didasari penolakan UU Omnibus Law

    Namun dia belum mengetahui alasan AN hingga membenci polisi dan melakukan perusakan. "Dia kesal dengan petugas (polisi). Dia meluapkan emosi dengan melempar bus polisi. Itu hanya karena tidak suka saja," ungkapnya.

    Kepada polisi, tersangka mengaku tidak tergabung dalam suatu kelompok atau perkumpulan. Tersangka diketahui menghadiri aksi setelah melihat postingan di media sosial Facebook.

    "Dia ikut demo karena melihat postingan saja. Terus jalan ke sini sama istrinya ke tempat demo (Kawasan Alun-Alun Tugu, Kota Malang)," kata dia.

    Atas perbuatannya AN terancam dikenakan pasal 179 subsider 406 KUHP terkait perusakan terhadap orang atau barang dengan ancaman maksimal 7 tahun penjara.

    Sebelumnya Polresta Malang Kota menangkap sebanyak 129 orang pedemo pascaaksi unjuk rasa penolakan UU Cipta Kerja (Ciptaker) di depan Gedung DPRD Kota Malang, Jawa Timur, Kamis 8 Oktober 2020. Aksi demo itu sempat diwarnai kericuhan.

    Kericuhan yang menyebabkan kerusakan pada gedung dewan, termasuk kaca pecah di Balai Kota Malang. Selain itu para pengunjuk rasa juga membakar dan merusak beberapa kendaraan dinas milik Pemerintah Kota Malang dan kepolisian. Akibat kejadian itu puluhan petugas dan peserta aksi mengalami luka-luka.

    (DEN)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id