Insiden Balongan Tak Pengaruhi Pasokan BBM dan LPG di Jatimbalinus

    Daviq Umar Al Faruq - 01 April 2021 13:13 WIB
    Insiden Balongan Tak Pengaruhi Pasokan BBM dan LPG di Jatimbalinus
    Ilustrasi bahan bakar minyak (BBM) dan Liquified Petroleum Gas (LPG)/Pertamina.



    Malang: Kebutuhan bahan bakar minyak (BBM), Liquified Petroleum Gas (LPG) dan produk turunan lainnya seperti pelumas serta petrokimia di wilayah Jatimbalinus (Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT)) dijamin aman jelang Ramadan 2021. Insiden tangki terbakar di Balongan tidak terdampak terhadap operasional distribusi energi di empat provinsi Jatimbalinus.

    "Untuk fuel terminal (FT) di wilayah operasional kami, sebagian besar suplai dikirim dari Refinery Unit IV Cilacap, Refinery Unit V Balikpapan, dan TPPI Tuban, dengan ketersediaan seluruh produk di 19 FT dan Depot Pengisian Pesawat Udara (DPPU) yang melayani lebih dari 475.000 Kilo Liter (KL)," kata Unit Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Marketing Region Jatimbalinus, Deden Idhani, di Malang, Jawa Timur, Kamis 1 April 2021.






    Sementara untuk LPG, stok yang tersedia di tujuh terminal LPG milik Pertamina berada di angka 23.500 Metrik Ton (MT). Ketersediaan stok energi ini akan berubah setiap waktu seiring dengan penerimaan pengiriman produk dari refinery unit Pertamina, dan ditribusi penyaluran ke lembaga-lembaga penyalur BBM dan LPG.

    Baca: Seluruh Titik Api Padam, Kilang Balongan Siap Beroperasi Kembali

    Pihaknya sangat mengapresiasi kecepatan penanganan terhadap insiden yang terjadi di tangki penyimpanan produk BBM di Balongan, Indramayu. Tim HSSE bersama dengan didukung oleh Dinas Pemadam Kebakaran dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah saling bersinergi, sehingga tidak berdampak pada pasokan energi di wilayah Jatimbalinus.

    "Dengan lesson learned dari yang terjadi di Balongan, seluruh sarpras distribusi energi Pertamina di Jatimbalinus meningkatkan kesiapsiagaan peralatan dan personel HSSE. Dengan kembali memastikan bahwa selain peralatan laik dan layak untuk digunakan pada kondisi emergency, personel yang bertugas juga selalu siap siaga mengantisipasi insiden-insiden yang tidak diharapkan," jelas Deden.

    Pada Senin, 29 Maret 2021 pukul 00.45 WIB dini hari terjadi insiden yang menyebabkan kebakaran di tangki T-301G Kilang Balongan. Penyebab kebakaran belum diketahui dengan pasti. Namun pada saat kejadian kondisi sedang turun hujan lebat disertai petir.

    Baca: Pengungsi Kebakaran Kilang Balongan Mengeluhkan ISPA

    Hal ini membuat Pertamina harus menghentikan (shutdown) sementara operasional kilang sebagai upaya pemadaman dan penanganan agar tidak merembet lebih luas.

    Terbaru, PT Pertamina (Persero) menyatakan seluruh api pada empat tanki T-301 yang terbakar di area Kilang Balongan telah padam. Dengan begitu, kilang migas pelat merah ini akan segera beroperasi kembali.

    "Alhamdulillah berkat kerja tim dan dukungan berbagai pihak seluruh titik api telah padam," ungkap Senior Vice President Corporate Communications & Investor Relations Pertamina Agus Suprijanto dalam keterangan resmi, Rabu, 31 Maret 2021.

    (LDS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id