comscore

Meresahkan! Kecepek Liar di Jambi Terus Makan Korban

Media Indonesia.com - 10 November 2021 17:03 WIB
Meresahkan! Kecepek Liar di Jambi Terus Makan Korban
Ilustrasi--Petugas kepolisian menyusun senjata api laras panjang rakitan saat rilis pemusnahannya di Mapolda Jambi, Jambi. (Foto: ANTARA/Wahdi Septiawan)
Jambi: Kepemilikan senjata api laras panjang rakitan atau juga populer dengan sebutan kecepek masih marak di Jambi. Penggunaan senjata yang tak terkendali bahkan mulai makan korban.

Setidaknya dalam tiga hari terakhir, sudah dua warga dilaporkan tewas tertembak di bagian kepala.
Terbaru, korban bernama Chandra, 26, warga Dusun Talang Singkulo, Kecamatan Bathin II Pelayang, Kabupaten Bungo. Ia tewas setelah peluru kecepek menembus pangkal telinganya kala berburu di kawasan hutan di pinggiran desa, Selasa, 9 November 2021.

Kapolres Bungo AKBP Guntur Saputro membenarkan kasus kematian akibat letusan kecepek itu. Menurutnya, setelah dilakukan rekonstruksi kejadian, diduga kematian Chandra akibat kelalaian sendiri saat mempergunakan kecepek.

Sementara, berdasarkan keterangan pemuka masyarakat setempat, Ishak, pada hari kejadian korban pamit dengan keluarganya untuk masuk hutan mengecek perangkap hewan yang dipasangnya. Nahas, saat dalam perjalanan dengan sepeda motor, senjata kecepeknya meledak dan menembus pangkal telinga.

Baca juga: Data Pribadi Guru di Tangerang Bocor Diduga karena Peralihan Rekening Bank

"Mungkin korban tidak tak berhati-hati. Ada luka di bawah kuping menembus kepala. Senjatanya terkabar meminjam dari temannya," sebut Ishak seraya menambahkan jasad korban sudah dimakamkan setelah meminta pihak kepolisian tidak melakukan otopsi.

Sementara dua hari sebelumnya, Minggu, 7 November 2021, seorang pria bernama Hapis, 37, juga dilaporkan tewas bersimbah darah akibat ledakan kecepek di Desa Buluh Kasap, Kecamatan Marosebo Ulu, Kabupaten Batangahari.

Namun penyebabnya berbeda. Korban Hapis tewas ditembak warga sekampungnya, Adi Puranto, 39. Korban tewas di depan rumahnya, setelah peluru kecepek menembus kepala. Kini, kasus tersebut masih diproses di Polres Batanghari.

Sementara dua pekan sebelumnya, kasus penembakan kecepek juga melukai tiga sekuriti PT PKM, perusahaan perkebunan kelapa sawit di Kabupaten Sarolangun. Ketiga korban terluka pada bagian tangan dan kaki, akibat tembakan membabi buta dari warga Suku Anak Dalam (SAD) yang marah karena dilarang secara kasar saat memunguti brondolan atau buah sawit yang jatuh di area perusahaan. (Solmi)


(MEL)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id