Warga Sambut Sukacita Pembangunan SMAN Tawangmangu

    Gervin Nathaniel Purba - 14 Juni 2021 17:31 WIB
    Warga Sambut Sukacita Pembangunan SMAN Tawangmangu
    Pembangunan SMA Negeri Tawangmangu ditandai dengan peletakkan batu bertama oleh Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, pada Sabtu, 12 Juni, lalu.. (Foto: Dok. Pemprov Jateng)



    Karanganyar: Pembangunan SMA Negeri Tawangmangu, Kabuapten Karanganyar, Jawa Tengah (Jateng), mendapat sambutan sukacita dari warga. Penantian lama warga untuk memiliki SMA Negeri kini terbayar tuntas. 

    Kecamatan Tawangmangu merupakan satu dari beberapa kecamatan yang belum memiliki SMA Negeri di Jateng. Biasanya, ratusan lulusan SMP yang ada di kecamatan itu mendaftar di SMA Negeri terdekat, yakni SMAN Karangpandan.

     



    Pembangunan SMA Negeri Tawangmangu ditandai dengan peletakkan batu bertama oleh Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, pada Sabtu, 12 Juni, lalu. Diharapkan, anak-anak dari Tawangmangu tidak perlu jauh-jauh lagi mencari SMA.

    “Senang banget, ini sudah lama kami nantikan. Kami sudah lama ingin memiliki SMA negeri di sini, karena di kecamatan kami ini tidak ada satupun sekolah negeri," kata Dowi,52, salah satu warga Tawangmangu, dikutip keterangan tertulis.

    Dowi menceritakan, banyak anak-anak Tawangmangu yang bersekolah ke Karanganyar, tepatnya di SMAN Karangpandan. Tetapi, karena saat ini menggunakan sistem zonasi, anak-anak Tawangmangu tergeser karena kalah dekat.

    "Jaraknya jauh, sekitar 13 hingga 15 km. Kalau zonasi, jelas tidak bisa. Padahal di sini ada 700 lebih lulusan SMP setiap tahunnya. Karena tidak diterima di negeri, banyak yang sekolah swasta, bahkan ada yang tidak sekolah," kata Dowi.

    Rintisan SMA Negeri Tawangmangu sudah dimulai pada 2020 lalu. Gubernur Jateng Ganjar Pranowo membuat kelas jarak jauh, di mana anak-anak Tawangmangu bisa sekolah di SD Tawangmangu dengan status menginduk ke SMA Negeri Karangpandan.

    Salah satu siswa yang sudah mengikuti program kelas jarak jauh, Resta Surya, mengatakan, sangat senang dengan mulai dibangunnya sekolah di desanya. Sebab selain dirinya, adik-adiknya kelak tidak perlu kesulitan cari sekolah.

    "Terima kasih pak Gubernur, sudah membangunkan SMA Negeri di Tawangmangu. Semoga kami lebih mudah mencari sekolah dan anak-anak di sini semakin berprestasi," ujar Resta.

    Warga Sambut Sukacita Pembangunan SMAN Tawangmangu
    (Foto: Dok. Pemprov Jateng)

    Rasa sukacita warga juga turut dirasakan Ganjar. Sebagai anak asli Tawangmangu, Ganjar merasakan betul bagaimana warga menantikan kehadiran sekolah itu sejak lama.

    "Sejak saya kecil, belum ada SMA Negeri di sini. Bismillah, hari ini kita bulatkan tekat untuk membangun. Mudah-mudahan tahun depan selesai, sehingga tahun ajaran 2022 bisa dipakai," kata Ganjar.

    Sekolah baru tersebut akan dijadikan model pendidikan di Jateng. Selain bangunannya yang futuristik, namun kurikulum dan para gurunya akan disiapkan sejak awal.

    "Sehingga ini akan jadi model, bahwa di lereng Gunung Lawu, ada sekolah yang melahirkan anak-anak hebat," katanya.

    Selain itu, Ganjar juga meluncurkan program Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMA dan SMK Negeri tahun ajaran 2021/2022. Peluncuran PPDB dilaksanakan bebarengan dengan peletakan batu pertama pembangunan SMA Negeri Tawangmangu.

    Pelaksana Tugas (Plt) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jateng Heri Wuljanto mengatakan, proses tahapan PPDB sudah dilaksanakan sejak beberapa waktu lalu. Tahapan awal adalah penyiapan database calon peserta didik.

    "Setelah itu akan dilakukan verifikasi dan penerimaan token secara daring pada 14 hingga 19 Juni 2021. Sementara pendaftaran akan dilaksanakan pada 21 hingga 25 Juni," kata Heri.

    Sementara itu, pengumuman akan dilakukan pada 26 Juni 2021. Adapun daya tampung PPDB SMA dan SMK Negeri di Jateng sebanyak 214.839 kursi, dengan rombongan belajar sebanyak 5.976 rombongan.

    "Ketersediaan daya tampung ini baru mampu menampung sebanyak 42 persen dari total lulusan SMP sederajat. Sebab tahun ajaran 2021/2022, jumlah lulusan kurang lebih sebanyak 522.295 siswa," ujar Heri.

    Heri menerangkan, semua proses PPDB dilakukan secara daring. Hal ini untuk menghindari kerumunan dan penyebaran covid-19.

    "Semua prosesnya daring, untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19," ucapnya.

    (ROS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id