Libur Sekolah di Pekanbaru Diperpanjang

    Anwar Sadat Guna - 17 September 2019 20:03 WIB
    Libur Sekolah di Pekanbaru Diperpanjang
    Sejumlah personel Manggala Agni berjibaku di tengah asap pekat kebakaran lahan gambut di Rimbo Panjang Kabupaten Kampar, Riau, Selasa (17/9/2019). ANTARA FOTO
    Pekanbaru: Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru memperpanjang masa libur siswa-siswi akibat dampak kabut asap yang masih tebal di wilayah itu. Libur sekolah diperpanjang sampai Kamis, 19 September 2019 mendatang.

    "Keputusan meliburkan siswa diambil Dinas Pendidikan Pekanbaru setelah mencermati dan menimbang perkembangan kabut asap yang makin parah dan tak kunjung membaik," kata Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru, Abdul Jamal, Selasa, 17 September 2019.

    Selain meliburkan aktivitas belajar mengajar di sekolah, kata Jamal, Dinas Pendidikan juga mengimbau guru dan orang tua siswa turut memantau progres belajar siswa di rumah. "Minimal memberikan tugas terbimbing bagi anak didik," ujarnya.

    Jamal menambahkan, pengumuman atau keputusan yang dikeluarkan Dinas Pendidikan bersifat tentatif. Apabila cuaca membaik atau hujan turun dan kabut asap menghilang, maka dinas akan menyampaikan informasi lebih lanjut.

    "Kami akan memantau kondisi cuaca di Pekanbaru dalam beberapa hari ini. Bila cuaca membaik dan kabut asap menghilang, maka dinas pendidikan akan menyampaikan pengumuman susulan kepada seluruh sekolah," pungkasnya.

    Sekadar diketahui, Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) di Kota Pekanbaru masih berada di level "Tidak Sehat". Kabut asap yang menyelimuti Pekanbaru, hingga Selasa 17 September 2019 masih pekat.

    Masa libur sekolah di Kota Pekanbaru mulai berlangsung pada 10 September 2019. Saat itu kabut asap yang menyelimuti Pekanbaru mulai pekat. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau Mimi Nazir mengimbau seluruh warga Pekanbaru agar mengurangi aktivitas di luar rumah.      

    "Kami sarankan agar mengurangi aktivitas di luar ruangan. Perbanyak konsumsi air putih dan juga banyak mengomsumsi buah dan sayuran. Apabila keluar rumah agar mengenakan masker," imbaunya.

    Hingga 15 September 2019, terdapat 59 titik panas di Provinsi Riau. Sedangkan hingga akhir Agustus 2019, total luas lahan yang terbakar mencapai 49.266 Ha lahan. 

    Sedangkan jumlah total kegiatan water bombing (WB) yang dilakukan tim gabungan penanggulangan dan pencegahan Karhutla di Riau mencapai 124 juta liter air.




    (ALB)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id