Tersangka Pemalsuan Dokumen Berkursi Roda Tetap Ditahan

    Syaikhul Hadi - 04 Oktober 2019 17:25 WIB
    Tersangka Pemalsuan Dokumen Berkursi Roda Tetap Ditahan
    Tersangka pemalsuan dokumen Dyah Nuswantari tetap ditahan kendati berkursi roda. (Foto: Medcom.id/Syaikhul Hadi)
    Sidoarjo: Kepala Lembaga Pemasyarakatan Klas IIA Sidoarjo, Jawa Timur, M Susanni, memastikan tak ada perlakuan khusus bagi tahanan. Termasuk kepada tersangka Dyah Nuswantari yang berkursi roda.

    "Semua narapidana kita perlakukan sama, tanpa terkecuali," ucap Susanni, Jumat, 4 Oktober 2019.

    Susanni mengatakan tersangka pemalsuan akta otentik dan penyerobotan lahan seluas 23 hektare di Desa Piranti, Sedati, Sidoarjo, itu ditahan setelah Jaksa Penuntut Umum mendapatkan pelimpahan kasus dari Bareskrim Polri. Ia dijebloskan ke Lapas Klas II Sidoarjo.

    "Seperti biasa, narapidana yang baru masuk akan dimasukkan ke ruang mapenaling (masa pengenalan lingkungan). Agar mereka bisa menyesuaikan," katanya.

    Setelah masa mapenaling, tersangka Dyah akan dikumpulkan bersama narapidana lainnya di blok khusus tahanan wanita.

    "Secara prosedur kita perlakuan sama dengan napi lain. Tapi karena kita lihat kondisinya dia pakai kursi roda, mungkin aktivitasnya saja yang terbatas. Berbeda dengan napi lain," imbuhnya.

    Disinggung soal pembantaran, pihaknya mengaku tidak memiliki wewenang untuk membantarkan narapidana. Kebijakan itu menjadi wewenang penyidik yang melakukan penahanan terhadap tersangka.

    "Bahkan tadi pengacaranya dia (tersangka Dyah) ke sini menanyakan itu. Saya sampaikan kami tidak punya kapasitas, meski kondisinya menggunakan kursi roda. Silakan tanya langsung ke penyidik yang menahannya," tegasnya.

    Sehari setelah dilakukan penahanan, tersangka Dyah sempat dilakukan pemeriksaan kesehatan. Kondisi Dyah dinyatakan baik dan tetap dilakukan penahanan.

    "Ya, kondisinya memang begitu. Saya belum tahu penyakitnya apa. Fasilitas untuk tahanan disabilitas juga tidak ada. Jika keluarga mau menyediakan, kami persilakan," tandasnya.

    Sementara itu, Kepala Kejaksaan Negeri Sidoarjo, Setyawan Budi Cahyono, mengungkapkan, penahanan dilakukan untuk mempermudah proses penuntutan. 
    "Kalau dari Jaksa menahan, tapi nanti kalau ada kewenangan dari Lapas terkait kondisi tersangka maka kewenangan sana," ujar dia.

    Tersangka Dyah Nuswantari merupakan seorang notaris asal Candi Sidoarjo yang diduga kuat terlibat memalsukan akta otentik atas lahan seluas 23 hektare di Desa Pranti, Kecamatan Sedati, Kabupaten Sidoarjo milik Puskopkar Jatim.

    Dyah merupakan tersangka keempat yang sudah dilimpahkan ke penuntut umum. Sehari sebelumnya, Bos PT Gala Bumi Perkasa (GBP) Henry J Gunawan telah dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Sidoarjo, meski bos Pasar Turi Surabaya itu sudah ditahan dalam kasus lain oleh JPU Kejari Surabaya.

    Sementara, dua tersangka lainnya yaitu Dirut PT Dian Fortuna Erisindo, Reny Susetyowardhani dan Notaris Yuli Ekawati, lebih dulu dilimpahkan ke penuntut umum pada pekan lalu.

    "Masih ada satu tersangka yang belum dilimpahkan yaitu (notaris) Umi Chalsum," pungkasnya.

    (MEL)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id