Insiden Penusukan Wiranto Contoh Nyata Ujaran Kebencian

    Rizky Dewantara - 14 Oktober 2019 20:50 WIB
    Insiden Penusukan Wiranto Contoh Nyata Ujaran Kebencian
    Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD. Rizki
    Bogor: Anggota Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Mahfud MD membeberkan bahaya ujaran kebencian di media sosial. Insiden yang menimpa Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopulhukam) Wiranto sebagai bukti nyata masifnya ujaran kebencian.

    "Padahal peristiwa penusukan saya melihat sendiri. Pak Wiranto ditusuk dua kali ususnya pun dipotong dan disambung lagi. Jadi yang mengatakan itu settingan sangat kejam menurut saya," ungkapnya Mahfud saat ditemui di Kampus IPB, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin, 14 Oktober 2019.

    Ia juga mengaku, peristiwa yang menimpa Wiranto bisa menjadi contoh ujaran kebencian. Karena banyak opini bermunculan di medsos terkait hal itu, ada yang bilang pura-pura, rekayasa dan lain sebagainya.

    menurut dia, selama ini dalam pemberitaan banyak yang mengatakan usus pak Wiranto dipotong 40 sentimeter, namun yang benar adalah 60 sentimeter. Kemudian dalam perjalanan dari Pandeglang ke Jakarta darahnya mengalir terus sampai 3,4 liter. 

    "Ini keterangan dari dokter dan saya melihat selama Pak Wiranto di ICU. Jadi sebelum mengunggah sesuatu di medsos ada baiknya dilakukan pengecekan kebenarannya dulu," kata mantan mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) ini.

    Menurut Mahfud, ujaran kebencian adalah ucapan atau sikap yang melanggar martabat atau drajat kemanusiaan orang lain. Sebagian mereka yang menjadi korban merasa tersudut dan terdiskriminasi.

    Lanjut dia, beberapa kategori yakni pencemaran nama baik, fitnah, perbuatan tidak menyenangkan, berita bohong, provokasi, dan hasutan.

    "Kebanyakan korban ujaran kebencian merasa aibnya dibuka atau dibuatkan aib yang sebenarnya tidak ada," tutup Mahfud. 



    (ALB)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id