Bupati Bantul Batalkan IMB Gereja di Sedayu

    Ahmad Mustaqim - 29 Juli 2019 16:50 WIB
    Bupati Bantul Batalkan IMB Gereja di Sedayu
    Bupati Bantul, Suharsono. Medcom.id-Ahmad Mustaqim
    Bantul: Bupati Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Suharsono membatalkan perizinan atau dokumen izin mendirikan bangunan (IMB) Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI) Sedayu. Pembatalan dilakukan tertanggal Jumat, 26 Juli 2019. 

    Proses pembatalan dilakukan lewat Keputusan Bupati Bantul Nomor 345 Tahun 2019 tentang Pembatalan Penetapan Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI) Sedayu sebagai Rumah Ibadat yang Mendapatkan Fasilitas Penerbitan Izin Mendirikan Bangunan Rumah Ibadat. Surat itu ditujukan mmenganulir IMB gereja tersebut yang nomor registernya 0116/DMPT/212/1/2019. 

    "Jadi itu keputusan adalah saya cabut karena ada unsur tidak terpenuhi secara hukum. Ini sudah saya perintahkan (pengecekan), makanya waktu itu banyak minta pertanyaan ke sana," kata Suharsono ditemui di Kantor Pemerintah Kabupaten Bantul, Senin, 29 Juli 2019. 

    Menurut Suharsono, pihaknya sudah melakukan penyelidikan sebelum membatalkan IMB gereja. Dari penyelidikan, proses pengurusan IMB GPdI Sedayu dianggap tak sesuai. 

    "Yang jelas kita sesuai aturan hukum, bukan saya cabut terus saya blacklist, tidak. Silakan diajukan unsur-unsur apa yang kekurangan persyaratan silakan mengajukan lagi. Penuhi aturan-aturan yang berlaku," jelas dia. 

    Baca: Mengantongi IMB, Keberadaan Gereja di Bantul Ditolak Warga

    Asisten Perekonomian dan Pembangunan Pemerintah Kabupaten Bantul, Bambang Guritno, berujar, pencabutan IMB GPdI Sedayu mendasarkan surat keputusan bersama (SKB) SKB Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri tertanggal 21 Maret 2006 nomornya 9 dan 8. Ia mengatakan SKB itu mengatur tentang tata cara pendirian atau memproses IMB tempat ibadah. 

    "Baik yang regular pasal 28 menyebutkan apabila tempatnya ibadah didirikan sebelum 2006 dan secara nyata permanen digunakan terus-menerus maka pemerintah kabupaten dalam hal ini pak Bupati diminta memfasilitasi IMB," tutur dia. 

    Selain itu, kata Bambang, keputusan juga berdasarkan didasarkan Praturan Bupati Bantul Nomor 98 Tahun 2016 tentang fasilitasi rumah ibadah yang berdiri sebelum 2006. Bambang mengatakan, salah satu unsur penyebab pencabutan IMB karena tak digunakan terus-menerus. Selain itu, gereja tersebut dianggap tak memenuhi unsur karena menyatu dengan bangunan tempat tinggal. 

    Dia menerangkan pertimbangan lainnya mencakup empat unsur; satu bangunan sudah didirikan sebelum 2006, kedua sudah digunakan untuk tempat ibadah secara terus menerus permanen, ketiga bercirikan tempat ibadah, dan  yang keempat memiliki nilai sejarah.

    "Setelah dilakukan klarifikasi dan verifikasi oleh tim Kemenag koordinatornya dengan tim kami memang dapat dibuktikan secara fakta di lapangan, menurut saksi masyarakat setempat memang (gereja) tidak digunakan terus-menerus," ucap dia.

    Baca: Jemaat Gereja di Sedayu Bantul Bisa Beribadah

    Juru bicara GPdI Sedayu, Agnes Dwi Rusjiati, berharap bupati Suharsono masih meninjau surat yang dikeluarkan mengenai pencabutan IMB. Ia mengaku sudah menyampaikan sejumlah persoalan dan latar belakang pendirian gereja. Selain itu, adanya perbedaan GPdI dengan gereja lain, seperti Gereja Kristen Jawa (GKJ) dan Gereja Kristen Indonesia (GKI). 

    "GPdI adalah denominasi Kristen protestan yang sangat beragam. Memiliki ciri-ciri yang berbeda, termasuk gereja-gereja rintisan yang dianggap seperti menyatu dengan rumah dan sebagainya. Ini harus ada persepsi yang kita samakan lebih dahulu karena tak bisa mengukur satu gereja dengan gereja yang lain sebagainya," ungkap Koordinator Aliansi Nasional Bhinneka Tunggal Ika (ANBTI) DIY ini. 



    (LDS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id