Mendagri Minta Kepala Daerah Tingkatkan PAD di Tengah Korona

    Amaluddin - 04 Maret 2020 15:31 WIB
    Mendagri Minta Kepala Daerah Tingkatkan PAD di Tengah Korona
    Ilustrasi Medcom.id/ Mohammad Rizal.
    Surabaya: Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian, meminta seluruh kepala daerah memutar otak agar pendapatan asli daerah (PAD) tidak menurun di tengah isu virus korona baru. Tito tidak ingin pemerintah daerah hanya berpangku tangan dari pusat.

    "Pemda harus berpikir, tidak hanya menerima bantuan dari pusat. Tapi juga harus membangun daerah dengan jurus silat (kreatif), yang bisa mendapatkan peningkatan PAD. Ini tolong dipikirkan dan bisa memahami kondisi saat ini," kata Tito pada acara Pembukaan Koordinasi Teknis Perencanaan Pembangunan (KORTEKBANG) Regional I/2020, di Surabaya, Rabu, 4 Maret 2020.

    Tito mengatakan Indonesia saat ini sedang menghadapi dua tantangan sekaligus perang dagang Amerika-Tiongkok dan kepanikan akibat virus korona. Menurut Tito dua tantangan itu berdampak pada perekonomian Indonesia terutama terkait ekspor dan impor dengan Tiongkok.

    "Kepanikan akibat Covid-19 ini membuat pabrik menunda bekerja, mengurangi pekerjaan, mengurangi produksi, berimbas menurunnya impor dan ekspor mereka," jelas Tito.

    Menurut Tito negara memerlukan strategi, pangsa pasar, dan sumber baru. Di tengah situasi seperti ini, perlu memiliki skenario kedua, yaitu skenario minimal.

    "Ada skenario ideal, ada minimal untuk mempertahankan ekonomi, mencapai target, menurunkan angka kemiskinan, pengangguran, dan meningkatkan IPM. Sambil berdoa dan berusaha mudah-mudahan negara kita kuat menghadapi ekonomi saat ini," ungkap Tito.

    Tito meminta kepala daerah menciptakan terobosan baru agar PAD tidak anjlok. Di tengah situasi seperti ini, Tito berharap Kepala Daerah menggali potensi daerah masing-masing, mulai potensi SDM, SDA, dan Wisata agar PAD bisa meningkat. "Ini butuh seni dan ilmu kewirausahaan, tanpa menabrak aturan yang sudah ada," jelasnya.

    Tito menyebut kontribusi PAD Pemerintah Provinsi rata-rata mencapai 46 persen dari APBD masing-masing. Namun ada beberapa daerah yang kontribusi PAD rendah, yakni Papua, Papua Barat, Maluku, dan NTT. "Sehingga daerah ini menggantung bantuan dari pemerintah pusat. Nanti kalau ada tekanan ekonomi kuat pasti terganggu," pungkas Tito.



    (DEN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id