Mahasiswa Asal Banten dari Tiongkok Dipastikan Sehat

    Antara - 05 Februari 2020 19:50 WIB
    Mahasiswa Asal Banten dari Tiongkok Dipastikan Sehat
    Sejumlah mahasiwa asal Banten yang dipulangkan dengan difasilitasi oleh Pemprov Banten dari China tiba di Bandara Soekarno-Hatta, Selasa (4/2/2020). ANTARA/Mulyana
    Serang: Dinas Kesehatan Provinsi Banten memastikan sebanyak tujuh orang mahasiswa yang dipulangkan dari Tiongkok dalam keadaan sehat. Kepastian tersebut berdasar hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh tim kesehatan, baik dari Kemenkes maupun di Dinas Kesehatan Provinsi Banten.

    "Setelah dilakukan pemeriksaaan, hasilnya semua mahasiswa Banten yang dipulangkan dari Tiongkok dalam kondisi sehat. Baik hasil fisik, laboratorium, maupun radiologi," kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Banten, Ati Pramudji Hastuti, di Serang, Rabu, 5 Februari 2020.

    Ati menjelaskan selama 14 hari, mereka harus mengurangi aktivitas kegiatan. Mereka hanya bisa keluar selama 14 hari untuk periksa ke puskesmas terdekat. "Mereka sudah kita koordinasikan dengan Dinkes kabupaten/kota untuk tempat pemeriksaannya," jelas Ati.

    Ati menambahkan untuk para mahasiswa yang dipulangkan tersebut selama 14 hari harus cukup istirahat dan makan makanan bergizi dan mengurangi aktivitas fisik agar kondisi tetap fit selama 14 hari tersebut.

    "Jadi karantina yang dimaksud adalah karantina di rumah dengan mengurangi aktivitas, hanya di dalam rumah. Kalaupun keluar rumah hanya untuk periksa ke puskesmas selama 14 hari. Mereka juga harus melakukan perilaku hidup bersih dan sehat dengan berolahraga, makanan bergizi dan istirahat yang cukup," ungkap Ati.

    Menurut Ati saat melakukan tes kesehatan ke puskesmas terdekat, para mahasiswa tersebut dibekali kartu kuning Health Alert Card (HAC) yang diberikan oleh Kantor Kesehatan Pelabuhan Bandara Soekarno Hatta. Hal ini dilakukan karena para mahasiswa tersebut masuk dalam status orang dalam observasi.

    "Jika orang dalam status pemantauan dilakukan isolasi. Itu pun isolasi bukan di rumah sakit. Sedangkan untuk status dalam pengawasan itu dilakukan di rumah sakit yang telah ditujuk nasional," ungkap Ati.

    Sebelumnya Gubernur Wahidin Halim (WH) memfasilitasi mahasiswa Banten yang belajar di Provinsi Jiangsi, Tiongkok untuk pulang ke Banten karena kekhawatiran atas merebaknya wabah virus korona.

    Para mahasiswa tiba di Bandara Soekarno Hatta menggunakan penerbangan Thai Airways Airline pada pukul 18.00 WIB, Selasa, 4 Februari 2020. Usai menjalani prosedur kedatangan dari Kementerian Kesehatan, didampingi Tim Kesehatan Dinkes Pemprov Banten para mahasiswa melakukan pemeriksaan lanjutan di RSUD Banten.

    Setelah hasil pemeriksaaan dinyatakan para mahasiswa dalam kondisi sehat, mereka dipulangkan ke rumah masing-masing dengan tetap dilakukan pemantauan selama 14 hari. Dinkes Pemprov Banten berkoordinasi dengan dinas kesehatan kabupaten/kota untuk pemantauan para mahasiswa tersebut dalam memeriksakan diri ke puskesmas terdekat.





    (DEN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id