Pemanfaatan Ambulans Laut Dinilai Boros Anggaran

    Antara - 08 September 2020 16:04 WIB
    Pemanfaatan Ambulans Laut Dinilai Boros Anggaran
    Ambulans laut sandar di Kabupaten Pangkep. (Foto: ANTARA/Nur Suhra Wardyah)
    Makassar: Ambulans laut sebagai inovasi Pemerintah Kota Makassar dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, dinilai tidak efektif dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat yang berdomisili di pulau.

    Kepala Puskesmas Barrang Lompo Kota Makassar, Faisal, mengatakan ambulans laut terlalu boros anggaran. Pasalnya, kendaraan itu sangat jarang digunakan masyarakat pulau.

    "Kita harus siapkan bahan bakar pertalite jika ingin menggunakan ambulans laut, sementara harga di pulau Rp10.000/liter dan pemakaiannya kira-kira sekitar 60 sampai 70 liter. Itu hanya dari Pulau Barrang Lompo saja ke Makassar," urainya, melansir Antara, Selasa, 8 September 2020.

    Persoalan bahan bakar tersebut, kata Faisal, membuat pemanfaatan ambulans tidak optimal bagi warga pulau. Sedangkan anggaran yang disiapkan Dinas Kesehatan Kota Makassar hanya berkisar Rp5 juta per bulan.

    Baca juga: Tim Khusus Satpol PP Mataram Akan Razia Masker ASN

    Selain itu, pada operasional ambulans laut, Puskesmas Barrang Lompo juga harus mengeluarkan biaya lebih bagi pengemudi. Terlebih tidak banyak warga yang mampu mengoperasikan kapal.

    "Ini pengadaan wali kota, saat ini tetap dipakai tapi kurang efektif karena boros biaya. Anggarannya ari dinas dan kita tidak bebankan ke pasien," katanya.

    Selain itu, ambulans laut juga kurang efisien. Dengan biaya cukup besar, kapasitas angkutan kapal juga hanya satu pasien dengan tiga sampai empat orang anggota keluarga. Sementara Puskesmas Barrang Lompo menangani pasien di enam pulau.

    Guna efisiensi dan optimalisasi, penggunaan ambulans laut hanya untuk rujukan pasien gawat darurat dan puskesmas keliling. Jika tak beroperasi, ambulans hanya ditambatkan di dermaga Pulau Barrang Lompo.

    Senada, Pelaksana harian Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pangkep, FD Manaba, mengungkapkan ambulans laut belum pernah digunakan untuk melayani warga pulau dalam akses kesehatan sejak diserahkan oleh Pemprov Sulsel pada 2019.

    "Persoalannya karena tidak ada biaya operasional, jadi selama ini hanya digunakan untuk simulasi, menjaga mesin agar tidak rusak tetapi belum pernah dipakai untuk warga pulau," katanya.


    (MEL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id