Usai Gugatan Ditolak, Pemain Bisnis Singkong Jadi Buron

    Medcom - 21 September 2020 17:04 WIB
    Usai Gugatan Ditolak, Pemain Bisnis Singkong Jadi Buron
    ilustrasi Medcom.id
    Pekanbaru: Pengadilan Negeri Pekanbaru menolak gugatan yang diajukan oleh Dirut PT Sumatera Tani Mandiri, M Yusuf Hasyim, terhadap tergugat Muhammad Danial Nafis. Gugatan dilayangkan karena Danial dianggap wanprestasi terhadap perjanjian kerja sama budidaya tanaman singkong di Lahan Sorek, Kabupaten Pelalawan, yang telah dispekati antara penggugat dan tergugat. 

    Sejak sidang pertama sampai terakhir, penggugat Yusuf tidak pernah hadir dalam sidang mediasi yang digelar di PN Pekanbaru. Alhasil, majelis hakim pada 16 September 2020 menyatakan penggugat tidak beriktikad baik dan menyatakan permohonannya tidak dapat diterima (niet onvankelijk verklaard).

    Majelis hakim juga menghukum penggugat untuk membayar biaya perkara sejumlah Rp858 ribu. "Sidang selesai di Perdata Putusan Niet Ontvankelijke Verklaard (NO)," kata Kuasa hukum tergugat, Paisal Lubis, Senin, 21 September 2020. 

    Menurut Paisal, putusan NO merupakan putusan yang menyatakan bahwa gugatan tidak dapat diterima karena mengandung cacat formil. Paisal juga mengatakan kalau Pengadilan Negeri Pekanbaru telah menggugurkan gugatan Dirt PT STM. 

    "Gugatan Yusuf dikalahkan, dibatalkan, dan digugurkan," ujarnya. 

    Selain itu, sambung Paisal, Kepolisian Daerah Riau juga telah menerbitkan Daftar Pencarian Orang (DPO) terhadap tersangka Yusuf Hasyim. Surat bernomor DPO/154/IX/2020/Reskrimum itu dikeluarkan oleh kepolisian setelah melakukan sejumlah rangkaian gelar perkara. 

    "Dengan penetapan DPO terhadap Yusuf Hasyim ini, masyarakat diharapkan mengetahui keberadaanya dan memberitahukan kepada kantor polisi terdekat," ujar Paisal.

    "Yusuf telah menjadi tersangka kasus penipuan dan penggelapan di Polda Riau, dan dulu pernah dilaporkan ke Polda Palangkaraya dengan modus yang sama, yakni investasi singkong. Kita berharap polisi segera bisa menangkap tersangka secepatnya, demi rasa keadilan masyarakat," katanya.

    Selama proses DPO tersebut, polisi juga meminta kepada pihak imigrasi untuk mencegah atau menangkal tersangka melakukan tindak pidana. Pernyataan DPO itu dapat dicabut jika tersangka sudah ditemukan.

    Seperti diketahui, M Yusuf Hasyim selaku Dirut PT STM, telah merugikan seorang pengusaha nasional senilai Rp4,1 miliar lebih dengan dalih investasi singkong racun di kawasan Sorek, Pelalawan, Riau. Kasus itu bermula pada Desember 2019 ketika Yusuf Hasyim selaku dirut PT Sumatera Tani Mandiri menggaet investor untuk investasi singkong racun jenis cassestart dan jenis BW1. 

    PT STM mengklaim memiliki mandat pengelolaan lahan di kawasan Sorek, Pelalawan, Riau seluas 500 hektare untuk ditanami singkong dan aren. Ternyata, lahan itu izin konsesi Hak Pengusahaan Hutan Tanaman Industri (HPHTI) dipegang PT Arara Abadi. PT STM sendiri menjalin kerja sama dengan masyarakat Desa Kesuma, yang mereka mengaku sebagai investor. 

    Bermodal perjanjian kerja sama dengan masyarakat itu, PT STM malah menggaet investor lain dan membujuk rayu pengusaha nasional itu. Alhasil, dikucurkan uang senilai Rp4,1 miliar ke rekening PT STM untuk investasi pada Januari 2020. 

    Ternyata, singkong yang dijanjikan tak kunjung ditanam. Uang pun sempat diminta dikembalikan, tapi tak kunjung dibayar. Alhasil kasus ini ditenggarai sebagai penipuan bermodus investasi yang kemudian ditindaklanjuti Polda Riau. 

    Dirut PT STM itu pernah juga dilaporkan ke Polda Kalimantan Tengah terkait penipuan investasi singkong juga. Tahun 204, Muhammad Yusuf Hasyim dilaporkan ke Polda Kalteng dengan nomor LP/L/19/I/2014/SPKT pada 22 Januari 2014 oleh Suparno dan sejumlah pengusaha Palangkaraya lainnya. Mereka mengaku dijanjikan investasi singkong juga, yang akibatnya menderita kerugian Rp1 miliar lebih.

    (ALB)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id