comscore

Jadi Korban Penculikan, Pengemudi Taksi Online di Makassar Dibuang di Tengah Hutan

Muhammad Syawaluddin - 30 Agustus 2021 19:22 WIB
Jadi Korban Penculikan, Pengemudi Taksi Online di Makassar Dibuang di Tengah Hutan
Kasat Reskrim Polrestabes Makassar, Kompol Jamal Fathur Rakhman, saat merilis kasus penculikan driver ojol, di Makassar, Sulawesi Selatan, Senin, 30 Agustus 2021.
Makassar: Seorang pengemudi taksi online di Kota Makassar menjadi korban penculikan oleh orang tak dikenal. Pengemudi bernama Arman, 34, itu diculik kemudian dibuang di perbatasan antara Provinsi Sulawesi Utara dan Gorontalo. 

Kasat Reskrim Polrestabes Makassar, Kompol Jamal Fathur Rahman, mengatakan penculikan terhadap supir ojol tersebut berawal saat korban tengah makan di salah satu warung di Jalan Sultan Alauddin, Kota Makassar. 

 



"Korban didatangi oleh dua orang dengan menodongkan badik. Lalu minta untuk ikut," katanya, di Makassar, Sulawesi Selatan, Senin, 30 Agustus 2021.

Korban yang takut lantaran diancam dengan sebuah badik langsung ikut. Tanpa berpikir panjang. Pelaku kemudian membawa korban berkeliling dengan alasan untuk membeli CCTV di sekitar Kota Makassar. 

Setelah berkeliling korban kemudian dibawa ke Jalan Metro Tanjung Bunga. Pelaku kemudian membawa korban ke perbatasan antara Provinsi Gorontalo dan Sulawesi Utara. Ia dibuang tanpa mengenakan sehelai kain pun ditubuhnya. 

"Saat dibawa ke sana (lokasi pembuangan) korban diikat dan mata ditutup," jelasnya. 

Baca: Penemuan Mayat Bayi di Tempat Sampah Gegerkan Warga Tangerang

Namun, korban yang tanpa pakaian itu berhasil kembali ke Makassar dengan meminta bantuan dari warga yang ditemui di lokasi pembuangan. Ketika berada di Makassar korban kemudian melaporkan hal itu ke pihak kepolisian. 

"Dari penyelidikan itu, tujuh orang berhasil diamankan," jelasnya. 

Ia menjelaskan, ke tujuh orang itu ditangkap di lokasi berbeda. Empat orang yang merupakan warga luar Sulawesi ditangkap di Jakarta, Bogor, dan Bandung. Sementara untuk tiga lainnya ditangkap di Kota Makassar dan Kabupaten Gowa. 

Adapun identitas tujuh tersangka lainnya masing-masing inisial MP alias Adit, 37, AD alias Deot, 41, MAS alias Indra, 30, A alias Cici, 53, A alias Nikko, 41, H, 48, dan NA yang merupakan otak dibalik kasus penculikan dan pencurian dengan kekerasan. 

Akibat perbuatannya, para pelaku disangkakan dengan pasal berbeda. Empat pelaku dipersangkakan Pasal 365 pencurian dan kekerasan serta Pasal 33 ayat 1 KUHP tentang penculikan. Sementara, tiga tersangka lainnya dijerat Pasal 55 dan 56, yakni turut membantu dalam tindak pidana ini. 

"Mereka diancam 12 tahun kurungan penjara," tegasnya. 

(WHS)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id