MUI: Insiden Pembakaran Mimbar Masjid di Makassar Ujian Kesolidan Umat

    Antara - 25 September 2021 22:00 WIB
    MUI: Insiden Pembakaran Mimbar Masjid di Makassar Ujian Kesolidan Umat
    Sekretaris Umum MUI Sulsel Dr. KH. Muammar Bakri. ANTARA Foto/HO-Dok. Pribadi



    Makassar: Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulawesi Selatan menilai insiden pembakaran mimbar Masjid Raya Makassar sebagai ujian soliditas keumatan dan kebangsaan. Insiden ini termasuk ujian bagi supremasi hukum.

    "Sebagai umat beragama setiap kejadian yang menimpa sebaiknya kita tempatkan sebagai ujian yang harus kita sikapi dalam koridor agama dan berbangsa. Kejadian ini adalah ujian bagi soliditas keumatan dan kebangsaan serta supremasi hukum," ujar Sekretaris Umum MUI Sulsel Muammar Bakri di Makassar, Sabtu, 25 September 2021.

     



    Pernyataan tersebut sekaligus merespon kejadian maupun reaksi dan tanggapan berbagai ormas Islam dan lapisan masyarakat terhadap pembakaran mimbar di Masjid Raya Makassar.

    Dekan Fakultas Syariah dan Hukum (FSH) UIN Alauddin Makassar itu mengajak umat menyikapi kejadian tersebut sebagai ujian atas persatuan umat dan keutuhan bangsa. Bukan justru terprovokasi oleh pihak tak bertanggung jawab atas kejadian itu. Kejadian ini diharapkan semakin menguatkan persatuan umat dan bangsa.

    Baca: Pelaku Pembakar Mimbar Masjid di Makassar Ditangkap

    Bukan hanya menjadi ujian bagi umat, Muammar juga menyampaikan hikmah kedua dari kejadian ini adalah ujian bagi supermasi hukum.

    "Karena ini jelas tindak kriminal maka harus ditindak dengan hukum yang ada. Jika pelakunya terindikasi medis sebagai orang gila maka tentunya ada aturan hukum khusus di KUHP Pasal 44," tuturnya.

    MUI Sulsel sebagai menyerahkan sepenuhnya tindakan hukum kepada pihak berwenang.
    Di kesempatan terpisah, pengurus MUI Sulsel Hidri Alwi menambahkan, untuk membuktikan pelakunya alami schizoprenia (gila) perlu dibawa ke psikiater atau RS Jiwa. Jika betul masuk kategori schizoprenia maka secara hukum nasional dan hukum agama tidak bisa disalahkan.

    "Bisa diberi pembinaan dan perawatan dibawa ke RS Jiwa untuk dirawat. Sebagai orang sadar dan beragama, kita juga jangan ikut-ikut seperti orang yang tidak sadar yang kehilangan kesadarannya dalam menyikapi kejadian ini," ujarnya.

    Diketahui MUI Sulsel dan MUI Makassar merupakan dua lembaga yang bersekretariat di Masjid Raya Makassar. Tepat berada di belakang mihrab tempat mimbar yang terbakar tersebut.

    (WHS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id