Pihak SPI Batu Mengklaim Tak Pernah Dapat Aduan dari Siswa

    Daviq Umar Al Faruq - 10 Juni 2021 20:02 WIB
    Pihak SPI Batu Mengklaim Tak Pernah Dapat Aduan dari Siswa
    Konferensi pers di SMA SPI, Kota Batu, Jawa Timur, Kamis 10 Juni 2021. Medcom.id/Daviq Umar Al Faruq



    Batu: Pihak SMA Selamat Pagi Indonesia (SPI) di Kota Batu, Jawa Timur (Jatim), mengaku selama ini tak pernah mendapatkan aduan dari para siswa terkait kekerasan seksual. Mereka justru kaget dengan isu tersebut yang menerpa baru-baru ini.

    "Apabila ada tindak pidana pencabulan atau kekerasan, sudah tentu, sekolah adalah yang pertama kali tahu," kata Kuasa Hukum SMA SPI, Ade Dharma Maryanto, saat konferensi pers di SMA SPI, Kota Batu, Jawa Timur, Kamis 10 Juni 2021.

     



    Ade pun mempertanyakan kasus dugaan kekerasan seksual yang menyangkut sekolah tersebut. Apalagi, sebelumnya pemilik sekaligus pengelola SMA SPI, JE, dilaporkan ke Polda Jatim lantaran diduga melakukan kekerasan seksual terhadap belasan anak didiknya.

    "Saya sampaikan pula, sampai dengan saat ini, tidak pernah ada, pengaduan, sejak sekolah ini berdiri sampai sekarang ke pihak sekolah. Baik dalam bentuk tertulis maupun lisan, dari para siswa," beber Ade. 

    Ade menegaskan, selama ini pihak sekolah sudah berupaya semaksimal mungkin membuat sistem pengawasan yang sangat ketat terhadap para siswa. Lewat sistem yang ada di sekolah ini, para siswa tidak diperbolehkan berkeliaran di lingkungan sekolah tanpa pendampingan dari guru.

    "Adapun seluruh kegiatan yang ada di sekolah SPI, semuanya dalam pendampingan guru pendamping, dan secara berkelompok. Jadi semua dalam pengawasan pihak sekolah," tegas dia.

    Baca: SMA SPI, Sekolah Gratis untuk Anak Tidak Mampu dan Yatim Piatu 

    Sebelumnya, Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) mendatangi kantor Polda Jatim, Sabtu, 29 Mei 2021. Tujuannya untuk melaporkan dugaan kekerasan seksual yang dilakukan JE, pemilik sekaligus pengelola sekolah swasta di Kota Batu, Jatim, terhadap belasan anak didiknya.

    "Ada sekitar 15 korban, ini menyedihkan karena ini adalah sekolah yang dibanggakan oleh Kota Batu dan Jatim tapi ternyata menyimpan kejahatan yang luar biasa hingga bisa mencederai dan menghambat anak-anak untuk tumbuh dan berkembang dengan baik," ujar Ketua Komnas PA, Arist Merdeka Sirait, usai melaporkan kasus tersebut ke Polda Jatim.

    Selain dugaan tindak pidana kekerasan seksual, Komnas PA diketahui juga melaporkan dugaan tindak pidana kekerasan fisik serta dugaan tindak pidana eksploitasi ekonomi.

    (SYN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id